Wednesday, 22 May 2019

40 Tewas dan 20 Terluka Pada Penembakan Dua Masjid di Selandia Baru

Jumat, 15 Maret 2019 — 14:11 WIB
Pemuda asal Astralia  lakukan tayangan langsung penembakan ke jamaah masjid di Selandia baru melalui Facebook.(Reuters)

Pemuda asal Astralia lakukan tayangan langsung penembakan ke jamaah masjid di Selandia baru melalui Facebook.(Reuters)

SELANDIA BARU – 40 orang tewas saat dua masjid di Kota Christchurch di Selandia Baru ditembaki sejumlah orang, kata Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, Jumat (15/3/2019)

“Kejadian ini hanya bisa digambarkan sebagai serangan teror,” ujarnya dalam jumpa pers, yang dilansir BBC.

Dari 40 korban tewas itu, menurut Ardern, 30 di antara mereka meninggal dunia di masjid Al Noor di dekat Hagley Park, pusat Kota Christchurch. Adapun 10 lainnya tewas di Masjid Linwood, pinggiran kota.

Selain korban tewas, ada 20 orang mengalami cedera.

PM Ardern menekankan bahwa para tersangka pelaku yang ditahan aparat “tidak berada dalam daftar pengawasan” aparat.

“Ini bukan permasalahan seseorang lolos dari pemntauan radar, ” tuturnya.

(Baca : Sejumlah Orang Tewas dan 4 Pelaku Penembakan Dua Masjid Ditangkap)

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, mengatakan sebanyak enam warga Indonesia berada di Masjid Al Noor ketika penembakan berlangsung.

“Ada enam WNI yang berada di masjid tersebut, tiga di antaranya sudah confirm menyelamatkan diri. Kita sedang mencari informasi 3 WNI lainnya,” kata Retno kepada wartawan di gedung Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Dalam keterangan tertulis, Kemlu RI menyatakan Indonesia mengecam keras aksi penembakan di masjid Christchurch, Selandia Baru.

“Kedutaan Besar Republik Indonesia di Wellington terus memantau perkembangan situasi dan telah mengirimkan tim ke Christchurch untuk berkoordinasi dengan otoritas keamanan, rumah sakit dan Perhimpunan Pelajar Indonesia setempat.

“Hingga saat ini tidak ada informasi mengenai WNI yang menjadi korban dalam insiden tersebut,” sebut Kemlu RI dalam keterangan tertulis.

Berdasarkan data Kemlu RI, terdapat 331 WNI di Christchurch, termasuk 134 mahasiswa.(tri)