Tuesday, 19 March 2019

Dibentuk KPU

Ada ‘Juru Damai’ di Debat ke Tiga Pilpres

Jumat, 15 Maret 2019 — 10:36 WIB
Keributan yang terjadi di sela  debat kedua pada 17 Maret lalu. (dok/ikbal)

Keributan yang terjadi di sela debat kedua pada 17 Maret lalu. (dok/ikbal)

JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) membentuk Komite Damai dalam debat ketiga.

Komite yang dibentuk bersama masing-masing tim kampanye pasangan calon dan Bawaslu itu untuk  menghindari kericuhan seperti yang terjadi pada debat kedua lalu.

Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, mengatakan ‘juru damai’ itu menjadi wakil dari masing-masing pihak dalam menyelesaikan persoalan selama debat. Komite tersebut juga  bertanggungjawab menjaga ketertiban debat sehingga mempunyai kewenangan menindak pihak yang dianggap mengganggu jalannya debat.

“Di dalamnya komite damai itu memastikan bahwa peraturan peraturan yang mengikat pengunjung atau penonton debat di arena itu itu harus tertib sehingga nanti jika ada ketidaktertiban komite inilah yang salah satunya yang melakukan penyelesaian,” katanya di Jakarta, Jumat (15/3/2019).

“Salah satu bentuk penyelesaian  final terakhir adalah jika ada udangan atau pendukung yang datang ternyata membuat gaduh, maka komite damai itu berwenang untuk mengeluarkan yang bersangkutan dari arena debat,” imbuh Wahyu.

Dia menerangkan ‘juru damai’ bersifat antisipatif. Sehingga bekerja jika hanya ada sesuatu yang dianggap menggangu jalannya debat.

“Karena debat ini bukan hanya kepentingan 500 orang yang ada di arena debat  tetapi debat ini adalah kepentingan seluruh rakyat Indonesia khususnya dalam kepentingan pemilih. Pemilih dan warganet yang tidak menonton di arena itu kan juga berhak untuk mendapatkan tayangan yang nyaman untuk ditonton,” terangnya.

Lebih lanjut Wahyu menambahkan Komite Damai terdiri dari enam orang. Dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo – Ma’ruf Amin menunjuk Aria Bima dan Rizal Mallarangeng sedangkan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto – Sandiaga Uno menunjuk Putra Jaya Husin dan Imelda Sari.

“Kita rencanakan 2 orang dari paslon 01, 2 orang dari paslon 02 orang, dari KPU 1 dan 1 orang dari Bawaslu,” tandas Wahyu. (ikbal/tri)