Tuesday, 26 March 2019

Ayah dan Anak WNI Jadi Korban Penembakan di Mesjid di Selandia Baru

Jumat, 15 Maret 2019 — 15:28 WIB
Petugas menolong korban luka usai insiden penembakan di Mesjid Al Noor di Christchurch, Selandia Baru. (reuters)

Petugas menolong korban luka usai insiden penembakan di Mesjid Al Noor di Christchurch, Selandia Baru. (reuters)

JAKARTA – Dua Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi korban penembakan di Masjid Al Noor di Christchurch, Selandia Baru. Mereka adalah ayah dan anaknya.

Hal itu disampaikan Armanatha Natsir, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, di Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Jumat (15/3/2019). Ia mendapatkan informasi dari duta besar RI di Wellingon, Tantowi Yahya.

Menurutnya, bapak dan anak itu menjadi korban usai melaksanakan ibadah sholat Jumat. Mereka dilarikan ke rumah sakit umum Christchurch.

“Iya, ayah dan anak. Ayahnya ada di ruang ICU dan anaknya ada di ruangan perawatan,” ujarnya kepada wartawan, “mereka ada di rumah sakit yang sama.”

Penembakan terjadi di dua mesjid di pusat kota Christchurch. Sebanyak 40 orang tewas dan 20 lainnya luka-luka.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebutkan enam WNI berada di mesjid itu saat terjadi penembakan. “Tiga orang selamat, sudah bisa dikontak,” ujarnya di Istana Wapres, Jakarta Pusat.

Menlu mengatakan tim sudah ada di Christchurc. Data Kementerian Luar Negeri menyebutkan ada 331 WNI di Selandia Baru, 134 orang di antaranya pelajar. (*/yp)