Sunday, 26 May 2019

Bocah Korban Pemasungan Sudah Bermain dan Beradaptasi di Rumah Singgah

Jumat, 15 Maret 2019 — 14:54 WIB
Bocah yang dipasung orang tua kini sudah bermain di rumah singgah milik Dinsos Kota Tangsel.  (anton)

Bocah yang dipasung orang tua kini sudah bermain di rumah singgah milik Dinsos Kota Tangsel. (anton)

TANGSEL – Setelah mendapatkan perawatan di rumah singgah Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) akhirnya bocah korban pemasungan sudah beradaptasi dengan lingkungan baru di rumah singgah.

Korban yang  dipasung tiga tahun oleh orang tuanya kini sudah bermain dan beradaptasi dengan petugas Dinas Sosial.

“Kondisinya membaik bahkan anaknya sudah mau bermain dengan petugas di dinas sosial (Dinsos)  yang menangani setelah dibawa dari rumahnya ke rumah singgah ini, ” ucap Kepala Dinsos Kota Tangsel Wahyunoto Lukman didampingi  pendamping rumah singgah, Zulkarnaen dan Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan dan Jaminan Sosial di Dinsos Tangsel,  Salbini,  Jumat (15/3/2019).

(Baca: Pasung Anak Semata Wayang, Orangtua: Dia Sering Berbuat Aneh-aneh)

Perawatan intensif  sangat dibutuhkan  selain memberikan perhatian.  Bocah ini juga mendapat pemeriksaan kesehatan  yang dilakukan petugas kesehatan dan dokter dari RSUD Tangsel seperti obat,  susu dan vitamin untuk asupan ditubuhnya.

Selain hiperaktif, tambah dia,  anak satu-satunya dari Suhin dan Wagiati   juga memiliki gangguan mental, sehingga tidak terurus dengan baik. Saat ini,  Suhin  hanya kerja serabutan dan ibunya Wagiati kini terbaring sakit di RSUD Tangsel.

Keluarga Suhin mendapatkan perhatian pemerintah melalui program calon keluarga penerima manfaat bantuan pangan non tunai.  “Termasuk dibuatkan BPJS untuk keperluan perawatan kesehatan keluarga tersebut, ” ujarnya.

(Baca: Penuh Luka, Bocah Lelaki Dipasung Orangtuanya)

Sementara itu,  Adhi Mustofa,  Sekretaris Kel. Setu,  mengatakan pihaknya memang baru mengetahui kondisi bocah tersebut setelah Suhin ayahnya meminta tolong pengurus RT setempat mengurus surat BPJS karena istrinya Wagiati dirawat di RSUD Tangsel selama tiga minggu belakang ini.

“Ke dua orang tuanya kemudian sepakat untuk mengikat atau memasung Zidni di dalam kamar karena khawatir menganggu lingkungan rumah, akibat perilakunya yang hiperaktif,  ujarnya.  (m9/anton/tri)