Friday, 22 March 2019

Dihalangi Masuk Rumah Romi, Petugas KPK: Kalau Enggak Dibuka Kami Segel!

Jumat, 15 Maret 2019 — 22:08 WIB
Rumah Ketua Umum PPP, Romahurmuzy di kawasan Condet, Kramatjati, Jakarta Timur, sebelum didatangi petugas KPK. (ifand)

Rumah Ketua Umum PPP, Romahurmuzy di kawasan Condet, Kramatjati, Jakarta Timur, sebelum didatangi petugas KPK. (ifand)

JAKARTA – Tim bidang penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus bekerja menelusuri kasus terkait operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy alias Romi. Termasuk dengan mendatangi rumah Romi di kawasan Condet, Kramatjati, Jakarta Timur, Jumat (15/3/2019) malam.

Sebanyak empat petugas KPK datang ke kediaman Romi dengan menumpang satu mobil Kijang Innova B1141 UYM. Kedatangan mereka diduga untuk mencari jejak-jejak atau tambahan alat bukti yang diduga berkaitan dengan kasus Romi.

Namun, upaya petugas menemui kesulitan. Pasalnya, rumah berpagar kayu jati itu dalam kondisi dikunci sehingga petugas sulit masuk ke dalamnya. Sebagian petugas pun sempat mengelilingi rumah untuk mencoba masuk dari pintu lainnya. Namun tak menemui hasil karena pintu lainnya juga dikunci.

(BacaTiba di KPK, Romi Menutup Semua Bagian Tubuhnya)

Kondisi tersebut membuat salah satu petugas berteriak mengancam akan langsung menyegel jika tak dipersilakan masuk. “Mas, pak kalau enggak dibuka (pagar), kami akan segel satu rumah,” kata seorang petugas itu, berteriak dari sela-sela pintu pagar.

“Saya kasih waktu 5 menit. Kalau enggak dibuka saya segel biar nggak bisa keluar sekalian,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua RT setempat, Edi mencoba membujuk orang di dalam rumah agar membukakan pintu. “Hery, Her. Ini Pak RT Her,” kata Edi memanggil seseorang yang ada di dalam rumah. Namun hingga pukul 19.40 WIB, upaya petugas KPK untuk masuk ke dalam rumah Romi masih terhalangi.

(BacaRomi Kena OTT, Menyusul Kantor Menteri Agama Disegel KPK)

Sejauh ini KPK belum menjelaskan detail latar belakang kasus yang menyeret Romi. Hanya saja, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyampaikan OTT tersebut berkaitan dengan jual beli jabatan di Kementerian Agama.

“Informasi awal yang bisa disampaikan, telah diamankan 5 (lima) orang dari unsur Penyelenggara Negara di DPR-RI, pejabat dari kementerian agama di daerah, dan swasta. KPK juga mengamankan sejumlah uang yang diduga terkait dengan pengisian jabatan di Kementerian Agama. Hal ini kami duga sudah terjadi beberapa kali sebelumnya,” kata Basaria melalui pesan singkat. (ys)