Sunday, 26 May 2019

Geisler Siap Bangkitkan Tinju Indonesia

Jumat, 15 Maret 2019 — 17:00 WIB
Petinju asal Papua, Geisler AP bersama mantan petinju Indonesia, Chris John. (junius)

Petinju asal Papua, Geisler AP bersama mantan petinju Indonesia, Chris John. (junius)

JAKARTA – Petinju asli Papua Geisler AP berharap bisa membangkitkan tinju Indonesia yang sedang ‘mati suri’. Hal itu akan ditunjukannya ketika mencoba menghadapi petinju asal Thailand Thoesak Sinam dalam perebutan sabuk gelar WBC Asia Afrika yang rencananya digelar di Balai Sarbini, 30 Maret mendatang.

Geisler mengatakan ini merupakan kesempatan terbesar dalam kariernya bisa melangkah ke tingkat yang lebih tinggi. Menghadapi Sinam di kelas welter ringan 63,5 kilogram, dia memang belum mengetahui permainan lawannya. Namun, dia sangat yakin bisa mendapatkan kemenangan. Apalagi, petenju berusia 35 tahun ini memiliki target pribadi dalam pertarungan tersebut.

“Saya menargetkan menang KO di ronde ketiga dari 12 ronde yang dipertandingkan. Saya masih belum tahu gaya bertarungnya seperti apa. Tapi saya melihat dari ranking lawan, saya optimis bisa melakukannya dengan baik,” kata Geisler, di Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Meski usianya sudah tidak muda lagi, Geisler mengaku berada dalam kondisi terbaik. Sebab, dia sudah mempersiapkan pertarungan ini sejak Januari lalu. Namun, dia tetap berharap mendapatkan banyak dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah dalam menjalani pertarungan tersebut. “Saya yakin dukungan dari pemerintah akan menambah semangat saya untuk bertanding,” ucapnya.

Manajer Geisler, Yamander Yensenem menyatakan Geisler harus tetap berprestasi. Sebab, dia adalah satu-satunya petinju yang memiliki harapan besar untuk mengharumkan nama Indonesia, khususnya dari daratan Papua. Sayangnya, dia mendapatkan minim dukungan dari berbagai pihak, khususnya pemerintahan.

Namun, Yamander dan Geisler pun akhirnya mendapatkan dukungan dari pemerintah, yaitu Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) maupun pengusaha asli Papua.  Sebab, dia mengakui menggelar satu event tinju profesional butuh dana tidak sedikit. Hal itu yang membuatnya terus mencoba berusaha agar sang petinju bisa bertanding nanti.

“Geisler AP harus didukung karena dia bertanding tidak hanya membawa nama Papua, tapi juga Indonesia,” lanjut Yamander.

“Estimasi kita membutuhkan dana mencapai sekitar Rp250 juta untuk menghadapi laga melawan Thoedsak,” ungkapnya.

(Baca: Petinju Asal Papua, Geisler Ap, Optimistis Rebut Sabuk Tinju WBC)

Sementara itu, mantan petinju Indonesia Chris John juga menanggapi bahwa kehadiran Geisler memiiki dampak positif untuk tinju di Indonesia. Sampai saat ini, olahraga yang membesarkan namanya itu seperti tidak ada gaungnya, mulai dari amatir hingga profesional. Hal itu yang membuatnya tergerak dengan mendukung sang petinju yang memiliki rekor 13 (10KO) menang, 11 kalah, satu imbang.

“Kondisi pertinjuan di profesional dan amatir terlihat mati suri. Tugas saya adalah mengaktifkan pertinjuan di Indonesia,” ucap Chris John.

“Untuk menjadi juara dunia memang harus memiliki banyak pertandingan dan membuat pertandingan itu tidak mudah. Pasti membutuhkan dana. Jadi, kami berharap Geisler mendapatkan banyak dukungan dari berbagai pihak,” imbuh mantan Juara dunia kelas Bulu WBA tersebut.  (junius/ys)