Tuesday, 20 August 2019

Integrasi Transportasi Jangan Bikin Warga Bingung

Jumat, 15 Maret 2019 — 0:50 WIB
Uji coba MRT

Uji coba MRT

JAKARTA – Sosialisasi integrasi antarmoda harus dilakukan Pemprov DKI. Hal tersebut untuk mencegah warga tidak bingung saat operasional resmi MRT dan LRT akhir Maret 2019 ini.

“Pemprov harus segera sosialisasi agar saat operasional resmi nantinya warga tidak bingung, ” kata Tory Darmantoro, anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), Kamis (14/3/2019).

Menurut Tory, saat ini tengah dilakukan ujicoba MRT fase I Lebak Bulus-HI. “Mestinya sekaligus ujicoba sistem terpadu, “jelasnya.

Menurut Tory, hal itu diperlukan sebab pengguna transportasi umum di Jakarta tak hanya warga Jakarta. Melainkan warga di luar wilayah yang juga harus diperhatikan seperti Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi.

“Sehingga, masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi berkurang. Sementara mereka akan beralih untuk menggunakan transportasi umum yang sudah terintegrasi. Bisa menjangkau pemukiman warga hingga tempat tujuan.”

Selain itu, DTKJ juga mendorong agar integrasi sistem pembayaran juga segera diwujudkan. Namun dilakukan setelah penetapan tarif. “Penetapan tarif dan perancangan sistem itu harus dilakukan secara hati-hati agar subsidinya tidak jebol,” katanya.

Seperti diketahui, saat ini MRT tengah ujicoba untuk umum sejak 12 Maret dan berakhir 22 Maret mendatang.

Plt Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Widjatmolo mengatakan, pihaknya tengah mengembangkan antarmoda yang terintegrasi dengan MRT Jakarta. Ia mencontohkan, Pemprov sudah mencanangkan kawasan transit kodi Dukuh Atas.

Ia menjelaskan, perencanaan kawasan integrasi itu digagas oleh lima operator transportasi umum. Di antaranya PT Kereta Commuterline Indonesia (KCI), PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Railink, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), PT MRT Jakarta, dan PT LRT Jakarta. “Bagaimana menyediakan akses yang inklusif sehingga transit antarmoda juga bisa berjalan baik di kawasan Dukuh Atas,” kata Sigit.

Ia menyebut, PT Transjakarta sudah merencanakan kerja sama dengan beberapa kota seperti Kota Tangerang Selatan. Menurut Sigit, PT Transjakarta telah melaksanakan uji coba rute layanan dari Tangerang Selatan menuju Stasiun MRT Lebak Bulus sampai dengan Bundaran HI. “Ini terus kita kembangkan dengan depok, dengan tangerang itu sudah kita kerjakan,”katanya.

PARK AND RIDE

Dishub DKI Jakarta akan menyediakan beberapa fasilitas park and ride di sejumlah titik dekat stasiun MRT. Fasilitas tempat parkir itu disediakan bagi warga yang menggunakan kendaraan probadi untuk berpindah ke transportasi umum.

Selain itu, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) tengah berfokus untuk mengintegrasikan antarmoda di 13 stasiun MRT Jakarta fase I rute Lebak Bulus-Bundaran HI. Kepala BPTJ Bambang Prihantono mengatakan, proses integrasi itu sudah mencapai 70-80 persen. “MRT sudah 99 persen sudah siap beroperasi. Integrasinya sama integrasinya kira-kira 70-80 persen lah. Kita siapkan terus, kita sempurnakan terus,” kata Bambang.(john/ruh)