Friday, 20 September 2019

Jual Saham Pabrik Bir, M. Taufik Bakal Lobi Fraksi di DPRD DKI

Jumat, 15 Maret 2019 — 1:15 WIB
M.Taufik, Wakil Ketua DPRD DKI  Jakarta. (ist)

M.Taufik, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta. (ist)

JAKARTA – Pembahasan rencana pelepasan saham pemprov pada PT Delta yang memproduksi bir masih alot. Sejumlah fraksi masih menolak rencana tersebut.

Namun, Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi Gerindra, Mohammad Taufik, Kamis (14/3/2019) mengatakan pihaknya akan melobi fraksi-fraksi lain agar menyetujui rencana itu.

Adapun fraksi-fraksi yang masih menolak antara lain fraksi PDI Perjuangan dan Nasdem dan beberapa lainnya. Sedang yang setuju Gerindra, PKS, PAN-Demokrat dan PPP. “Nanti fraksi Gerindra akan melobi fraksi-fraksi lain. Banyak faktor yang menurut saya banyak positifnya untuk menjual saham,” kata Taufik.

Menurut Taufik, salah satu faktor psikologis yang mendorong pemprov menjual saham karena Delta Djakarta tidak mendapatkan keuntungan dari pembangunan, tetapi penjualan minuman beralkohol.

“Pendapatan maksimun dari Delta sekitar Rp50 miliar per tahun. Setahun dikali 24 tahun baru dapat Rp1,4 triliun. Bisa dibayangkan selama itu pemerintah tersandra,” jelas Taufik.

Taufik berharap, setelah divestasi, dana Rp1,2 triliun dimasukkan ke APBD DKI agar bisa dialokasikan untuk pembangunan Jakarta.

Taufik juga yakin fraksi-fraksi lain akan mengikuti usulan Gerindra terkait hal ini. “Saya yakin kalau baca [pemberitaan sekarang] sudah ada yang setuju. Saya komunikasi setiap hari sama temen-temen ini, setelah ada penjelasan pasti semua setuju,” ungkapnya.

LABA BERSIH

Sekedar diketahui pada 2014, laba bersih yang dapat didistribusikan kepada pemilik perusahaan mencapai Rp288,07 miliar dan pada kuartal III/2018 nilainya telah mencapai Rp232,87 miliar.

Deviden yang dijatah mencapai Rp120 per saham pada 2015, Rp180 pada 2016, dan tertinggi Rp260 pada 2017. Untuk tahun lalu, DLTA belum tutup buku.

Untuk pemegang saham mayoritas San Miguel yang menguasai 58,33% saham, jumlah dividen itu mencapai ratusan miliar pada 2017. Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendapat Rp48,57 miliar pada 2017.

Saham milik Pemprov DKI Jakarta terbagi ke dua instansi. Pemprov DKI Jakarta memiliki saham sebesar 23,33% sedangkan sisanya dimiliki 2,91% Badan Pengelolaa Investasi dan Penyertaan Modal Jakarta (BP IPM Jaya) yang sudah dibubarkan.

Selanjutnya, porsi saham yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta setelah digabungkan dengan saham milik BP IPM Jaya] atas PT Delta Djakarta Tbk pun mencapai 26,25 persen atau 186,8 juta lembar.(john/ruh)