Thursday, 18 July 2019

KPK Segel Beberapa Ruangan di Rumah Romi

Jumat, 15 Maret 2019 — 22:43 WIB
Petugas KPK meninggalkan rumah Ketua Umum PPP, Romahurmuziy, setelah menyegel beberapa ruangan di rumah yang berada di kawasan Condet, Kramatjati, Jakarta Timur. (ifand)

Petugas KPK meninggalkan rumah Ketua Umum PPP, Romahurmuziy, setelah menyegel beberapa ruangan di rumah yang berada di kawasan Condet, Kramatjati, Jakarta Timur. (ifand)

JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menyegel beberapa ruangan di rumah Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M Romahurmuziy alias Romi, di Jalan Batu Ampar III RT 004/03 Kelurahan Batu Ampar, Kramatjati, Jakarta Timur, Jumat (15/3/2019) malam.

Menggunakan mobil Toyota Innova, sebanyak empat petugas datang dengan masker penutup wajah ke rumah Rommy. Awalnya, petugas kesulitan untuk masuk kedalam rumah lantaran penghuni rumah enggan membukakan pintu.

(BacaDihalangi Masuk Rumah Romi, Petugas KPK: Kalau Enggak Dibuka Kami Segel!)

Namun setelah ketua RT setempat, Edhi CH yang mendampingi petugas melakukan negosiasi, penyidik KPK ini pun dipersilakan masuk. Hampir dua jam lamanya petugas berada didalam rumah ketua umum partai berlambang Ka’bah ini.

Sekitar pukul 22:00 WIB, keempat petugas pun keluar dari dalam rumah. Namun, tak terlihat satupun barang yang dibawa dari dalam rumah tersebut. Petugas yang ada, begitu keluar dari dalam rumah langsung masuk ke dalam mobil tanpa memberikan keterangan apapun.

(BacaRomi Kena OTT, Menyusul Kantor Menteri Agama Disegel KPK)

Ketua RT Edhi yang dikonfirmasi wartawan mengaku memang tak ada barang yang dibawa dari dalam rumah Romi. Pasalnya, kedatangan petugas hanya untuk menyegel beberapa ruangan yang ada di dalam rumah.

“Tadi ada beberapa ruangan yang disegel, kayaknya ruang kerja deh,” katanya, Jumat (15/3/2019).

Menurutnya, selain menyegel, petugas yang ada juga menggali informasi dari beberapa petugas keamanan rumah. Edhi menyebut bahwa keluarga Romi sendiri tidak ada di dalam rumah. “Keluarganya enggak ada di dalam, cuma petugas keamanan saja yang ada. Itu saya lihat diajak ngobrol sama petugas,” ujar Edhi.

(BacaTiba di KPK, Romi Menutup Semua Bagian Tubuhnya)

KPK menangkap Romi bersama empat orang lainnya yang merupakan pejabat di Kementerian Agama dan pihak swasta melalui OTT di Jawa Timur, Jumat (15/3/2019). Sejauh ini KPK belum menjelaskan detail latar belakang kasus yang menyeret Romi. Hanya saja, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyampaikan OTT tersebut berkaitan dengan jual beli jabatan di Kementerian Agama.

“Informasi awal yang bisa disampaikan, telah diamankan 5 orang dari unsur Penyelenggara Negara di DPR-RI, pejabat dari kementerian agama di daerah, dan swasta. KPK juga mengamankan sejumlah uang yang diduga terkait dengan pengisian jabatan di Kementerian Agama. Hal ini kami duga sudah terjadi beberapa kali sebelumnya,” kata Basaria melalui pesan singkat. (ifand/ys)