Wednesday, 22 May 2019

Lima Surat Suara Bikin Bingung Masyarakat, KPU akan Sosialisasi di Tempat Ibadah

Jumat, 15 Maret 2019 — 10:14 WIB
Simulasi pencoblosan yang digelar KPU beberapa waktu lalu. (ikbal)

Simulasi pencoblosan yang digelar KPU beberapa waktu lalu. (ikbal)

 JAKARTA – Pemilu 2019 berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya. Pasalnya pada pemilu tahun ini, pemilihan anggota legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) dilaksanakan secara bersamaan.

Pelaksaan yang bersamaan ini dikhawatirkan membingungkan masyarakat karena harus mencoblos lima jenis surat suara  sekaligus.

Guna mengantisipasinya,  Komisi Pemilhan Umum (KPU) RI getol mensosialisasikan tata cara pencoblosan kepada masyarakat melalui berbagai media dan bekerjasama dengan berbagai unsur masyarakat.

“KPU bekerja sama dengan semua pihak komponen masyarakat terus melakukan kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih. kami juga terus melalui jajaran KPU Provinsi KPU Kabupaten Kota PPK dan PPS terus melakukan sosialisasi,” kata Komisioner KPU, Wahyu Setiawan di Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Wahyu menerangkan dalam waktu dekat akan menggandeng Kementerian Agama untuk sosialisasi. Sosialisasi Pemilu akan dilakukan di rumah-rumah ibadah, termasuk di mimbar-mimbar salat Jumat.

“Dalam waktu yang dekat kita merencanakan 3 minggu sebelum hari pemungutan suara,  kita akan bekerja sama dengan Kementerian Agama untuk melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih melalui mimbar-mimbar keagamaan.  Jadi misalnya nanti salat Jumat, kegiatan di gereja, di pura, di Wihara dan tempat ibadah lain akan kita manfaatkan sebagai media sosialisasi dan pendidikan pemilu juga,” terangnya.

Dia menambahkan media sosial juga akan digunakan KPU untuk sosialisasi kepada pemilih.  “Tentu saja salah satu media untuk sosialisasi adalah media sosial, jadi kita akan menjaring warganet untuk mendapatkan informasi terkait dengan Pemilu juga terkait dengan pendidikan pemilih,” pungkas Wahyu. (ikbal/tri)