Tuesday, 26 March 2019

MRT Beroperasi Akhir Maret, Diusulkan Ganjil-Genap Sepanjang Hari

Jumat, 15 Maret 2019 — 17:53 WIB
Sejumlah kendaraan melintasi plang kawasan kendaraan ganjil-genap di wilayah Menteng menuju jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. (rihadin)

Sejumlah kendaraan melintasi plang kawasan kendaraan ganjil-genap di wilayah Menteng menuju jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. (rihadin)

JAKARTA – Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) meminta Pemprov DKI Jaya menerapkan kebijakan plat nomor ganjil genap terhadap mobil pribadi diberlakukan sepanjang hari seperti saat Asian Games lalu.

Hal tersebut diperlukan agar pemilik kendaraan pribadi bisa naik MRT yang akan dioperasikan akhir Maret mendatang.

Setidaknya, warga yang sejalur dengan rute MRT Lebak Bulus-HI bisa naik angkutan massal itu.

“Perlu dipertimbangkan adanya penerapan kebijakan ganjil genap sehari penuh,” kata Bambang Prihartono, Kepala BPTJ, Jumat (15/3).

Menurut Bambang, meski sistem ERP belum terlaksana maka penerapan ganjil genap sehari penuh bisa menjadi kebijakan pengganti.

Saat ini, ganjil genap dimulai pukul 06.00-pukul 10.00 dan sore pukul 16.00-20.00.

Bambang mengakui, bila MRT beroperasi penuh maka pola transportasi Jakarta memulai babak modernisasi. Namun, harus diperkuat dengan angkutan pengumpan atau feeder.

Bambang mengatakan, MRT tidak bisa berdiri sendiri dan keberadaan feeder atau bus pengumpan diperlukan agar masyarakat dapat dengan mudah mengakses 13 stasiun MRT yang telah dibangun.

“Kalau tidak tersedia layanan angkutan umum yang bersifat massal dan terintegrasi, kita khawatir stasiun-stasiun MRT akan menjadi titik kemacetan,” ungkap Bambang.

Plt Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengatakan berbagai kebijakan untuk menekan kemacetan terus dilakukan pemprov. Pemberlakuan sehari penuh akan dikaji mendalam bersama pihak pihak terkait. Sementara ini, kebijakan tetap mengacu kepada pemberlakuakn pagi dan sore hari. (john/b)