Monday, 20 May 2019

Sandiaga Minta Agum Gumelar Buktikan Pelanggaran HAM Berat Prabowo

Jumat, 15 Maret 2019 — 13:15 WIB
Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno.(yendhi)

Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno.(yendhi)

JAKARTA – Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno turut angkat bicara mengenai pernyataan anggota Dewan Pertimbangan Presiden Agum Gumelar terkait dugaan pelanggaran HAM berat yang dilakukan calon presiden Prabowo Subianto ketika masih aktif sebagai anggota TNI.

Sandiaga menyerahkan kepada masyarakat untuk menilai pernyataan Agum. Bahkan dia mengakui jika Agum adalah sosok yang dia hormati dan sudah dianggap sebagai keluarga.

Namun demikian, Sandiaga menyayangkan pernyataan tersebut kenapa baru saat ini kembali dimunculkan ke publik ketika mendekati proses pencoblosan Pemilu 2019. Dia pun meminta Agum untuk memberikan bukti nyata jika Prabowo melanggar HAM berat.

“Tolong diserahkan bukti-butki yang dimilikinya, supaya bisa diproses. Saya yakin pak prabowo juga sangat mendukung,” kata Sandiaga di kawasan Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (15/3/2019).

Dijelaskan Sandiaga, jika memang ada pelanggaran HAM seharusnya bisa dibuktikan dan diproses sesuai mekanisme. Bukan hanya dimunculkan ke publik tanpa tindaklanjut. Isu tersebut dia katakan sebagai isu lima tahunan.

“Supaya tidak keluar lima tahunan seperti ini, kita akan buat suatu mekanisme jika Prabowo-Sandi terpilih, agar isu masalah HAM berat masa lalu itu bisa terselesaikan, kita move on dari isu tersebut,” papar Sandiaga.

Mantan wakil gubernur DKI Jakarta ini menjelaskan, pihaknya tengah menyusun mekanisme penyelesaian masalah HAM yang dia anggap mirip dengan truth and reconcilation console yang ada di Afrika Selatan sehingga berhasil move on dari masalah-masalah masa lalu.

“Kalau negeri ini terus memikirkan masa lalunya tanpa menyelesaikan secara tuntas kapan kita bicara masa depannya. Jadi kita harap ini jadi pengingat kita dan apa yang diungkapkan oleh pak Agum tersebut harapan kita adalah yang terkhir kali untuk disampaikan supaya dituntaskan karena kalau tidak sangat merupakan jadi cacat setiap proses lima tahun demokrasi,” tandas Sandiaga.

Sebelumnya, Jenderal TNI (purn) Agum Gumelar menghebohkan media sosial (medsos) saat membeberkan melalui rekaman video tentang kesalahan Prabowo sebagai pelaku pelanggaran HAM berat.

Agum mengaku sebagai salah satu anggota Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang menyidangkan Prabowo Subianto. Dia menyebut sempat bicara dari hati ke hati dengan Tim Mawar yakni tim yang belakangan diketahui publik telah menculik dan menghilangkan aktivis 1997/1998.

“Ketika dari hati ke hati (bicara) dengan mereka, di situlah saya tahu di mana matinya orang-orang itu, di mana dibuangnya, saya tahu detail,” kata Agum dalam sebuah video yang diunggah Ulin Niam Yusron di akun Facebooknya, Minggu (10/3/2019). (yendhi/tri)