Friday, 23 August 2019

Bom Mobil Diamankan

Sejumlah Orang Tewas dan 4 Pelaku Penembakan Dua Masjid Ditangkap

Jumat, 15 Maret 2019 — 12:16 WIB
Korban penembakan di dua Masjid di Selandia Baru tengah dievakuasi.(reuters)

Korban penembakan di dua Masjid di Selandia Baru tengah dievakuasi.(reuters)

SELANDIA BARU –  Sejumlah orang meninggal dunia saat terjadi  penembakan terhadap dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru.

Kepolisian setempat menyebutkan, penembakan pertama terjadi di Masjid Al Noor di pusat Kota Christchurch, sedangkan penembakan kedua di Masjid Linwood di pinggiran kota.

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, mengatakan ini adalah kejadian “luar biasa, tak pernah terjadi sebelumnya, dan salah satu hari terkelam” negara tersebut.

Komisaris polisi, Mike Bush, menyebutkan sebanyak empat orang telah ditangkap. “Tiga pria, dan satu perempuan”.

(Baca : Menlu Retno: Ada 6 WNI saat Penembakan di Mesjid Al Noor)

“Kami belum mengetahui tahu ada orang lainnya (yang terlibat), namun kami tidak bisa berasumsi tidak ada lainnya yang berkeliaran…Jangan berasumsi bahwa bahaya telah lenyap.”

Dia menambahkan, aparat menemukan sejumlah bom rakitan yang dipasang di kendaraan-kendaraan. “Barang-barang itu telah diamankan oleh aparat keamanan.”

Seorang penyintas yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada TV New Zealand bahwa dia melihat pelaku bersenjata menembak seorang pria pada bagian dada. Dia memperkirakan penembakan berlangsung selama 20 menit dan sedikitnya 60 orang mungkin cedera.

Pelaku dilaporkan menyasar ruang salat bagian pria di masjid, kemudian beralih ke ruang perempuan.

“Yang saya lakukan pada dasarnya hanya menunggu dan berdoa, ‘Ya Tuhan, saya mohon agar orang ini kehabisan peluru’,” papar saksi tersebut.

“Dia datang ke bagian sini, dia menembak bagian sini. Dia lalu beranjak ke ruangan lain dan ke bagian perempuan kemudian menembak mereka. Saya mendengar salah seorang perempuan meninggal dunia.”

Seorang pelajar Indonesia yang kini berada di Christchurch mengatakan universitas tempatnya menempuh studi telah menghentikan aktivitas.

“Universitas dari jam 3 kasih update terus kalau ada lockdown. Semua ujian di ruang kelas hari ini dibatalkan,” kata Nadia Anindita, mahasiswi Universitas Canterbury, seperti dilansir BBC.

“Ada teman yang di kampus disuruh langsung pulang ke rumah masing-masing,” tambahnya.

Harian New Zealand Herald melaporkan pelaku adalah seorang pria Australia yang telah menulis manifesto berisi ideologi ekstrem kanan yang anti-Islam dan anti-imigran. (tri)