Wednesday, 22 May 2019

Soal Sindiran Agum Gumelar, SBY: Saya Malu Harus Bertengkar di Depan Publik

Jumat, 15 Maret 2019 — 13:30 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.(ist)

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.(ist)

 JAKARTA –  Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku bisa saja memberikan melawan atas tudingan Dewan Pertimbangan Presiden Agum Gumelar yang menyebut dirinya tidak memiliki pendirian. Namun, SBY memilih untuk tidak melakukan.

“Teman-teman, tentu saja saya sangat bisa menjawab & melawan  ‘pembunuhan karakter’ dari Pak Agum Gumelar terhadap saya tersebut. Tetapi tidak perlu saya lakukan, karena saya pikir tidak tepat dan tidak bijaksana,” kata SBY dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/3/2019).

Presiden RI ke-enam tersebut mengaku malu jika bertengkar di hadapan publik dan akan semakin memperkeruh suasana. Apalagi saat ini situasi politik Pemilu 2019 tengah memanas.

“Saya malu kalau harus bertengkar di depan publik. Apalagi saat ini situasi sosial dan politik makin panas. Bagai jerami kering di tengah musim kemarau yang ekstrim dan panjang. Yang diperlukan bukanlah api, tetapi sesuatu yang meneduhkan & menyejukkan,” ucap SBY.

Bahkan, lanjut SBY, polarisasi dalam kontestasi Pilpres 2019 bisa dikatakan lebih keras dan ekstrim dibandingkan Pemilu tahun-tahun sebelumnya. Hal itu juga ditambah jarak elektabilitas antar calon presiden yang semakin menganga antar identitas dan kelompok politik.

“Terus terang saya khawatir jika terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan di negeri ini, kalau kita semua, utamanya para pemimpin dan elit tidak pandai dan tidak arif dalam mengelolanya,” tegas SBY.

Suami dari Ani Yudhoyono ini yakin jika pernyataan Agum Gumelar mewakili pribadi dan tanpa sepengetahuan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) meski Agum sangat dekat dengan Jokowi ditambah statusnya sebagai anggota Watimpres.

“Belum tentu kata-kata Pak Agum itu sepengetahuan atau apalagi atas permintaan Pak Jokowi. Sebab, diantara kami, Pak Jokowi dan saya, berada dalam sikap dan posisi untuk saling menghormati. Secara sosial dan politik, sikap kami ini tentunya baik agar situasi nasional tetap teduh. Secara moralpun memang harus demikian,” kata SBY.

Sebelumnya, dalam video pernyataan yang beredar luas, Wantimpres Agum Gumelar tak hanya menyindir Prabowo, tapi juga SBY yang mendukung capres nomor urut 02 itu. Agum, dalam video yang tengah viral di media sosial menyindir SBY yang dulu merupakan anggota Dewan Kehormatan Perwira (DKP) dan meneken surat pemberhentian terhadap Prabowo.

Agum dan SBY sama-sama merupakan anggota DKP.

“Walaupun sekarang ini saya jadi heran, ini yang nanda tangan rekomendasi kok malah mendukung, ah itu. Nggak punya prinsip itu orang,” kata Agum Gumelar melalui rekaman video. (yendhi/tri)