Saturday, 23 March 2019

Begini Kronologi Penangkapannya Romi

Sabtu, 16 Maret 2019 — 16:01 WIB
Jubir KPK Febri Diansyah bersama Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di gedung KPK, Kuingan, Jakarta Selatan, Sabtu (16/3/2019).

Jubir KPK Febri Diansyah bersama Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di gedung KPK, Kuingan, Jakarta Selatan, Sabtu (16/3/2019).

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (15/3/2019). Dalam OTT itu, KPK sempat mengamankan enam orang, salah satunya Ketum PPP Romahurmuziy.

“Dari tangkap tangan ini, KPK mengamankan enam orang di Surabaya,” ucap Wakil Ketua KPK Laode M Syarief di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (16/3/2019).

Keenam orang tersebut yakni, anggota Komisi XI DPR Romahurmuziy (RMY) yang juga merupakan Ketum PPP, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin (HRS), Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ).

(BACA: Usai Diperiksa KPK Pakai Rompi Oranye, Romi: Saya Dijebak)

Kemudian, Asisten Romahurmuziy berinisial ANY, Calon Anggota DPRD Kabupaten Gresik dari PPP, AHB, serta seorang Sopir, S.

Awalnya, tim Satgas KPK mendapatkan informasi bahwa pada Jumat (15 Maret 2019) sekira pukul 07.00 WIB, akan terjadi penyerahan uang ‎dari Muafaq ke Romahurmuziy di Hotel Bumi Surabaya, Jawa Timur.

Diduga, telah terjadi penyerahan uang dari Haris Hasanuddin kepada Rommy melalui asisten Rommy pada Jumat pagi.‎ Setelah tim mendapatkan bukti adanya dugaan penyerahan uang, tim mengamankan Muafaq dan sopirnya bersama AHB di Hotel Bumi Hyatt, Surabaya.

“Dari MFQ (Muafaq) tim mengamankan uang Rp17,7 juta dalam amplop putih,” kata Laode.

(BACA: KPK Bantah Menjebak Romi)

Setelah menangkap Muafaq, tim kemudian mengamankan ANY yang telah memegang sebuah tas dengan logo salah satu bank BUMN yang berisikan uang Rp50 juta.‎ Dari tangan ANY, tim juga mengamankan uang Rp70,2 juta. Sehingga,total dari ANY diamankan Rp120.200.000.

“Setelah itu, tim secara paralel mengamankan RMY (Romahurmuziy) di sekitar kawasan hotel pada pukul 07.50 WIB,” papar Laode.

Masih di satu hotel yang sama dengan Romi, tim KPK juga mengamankan Haris Hasanuddin d‎i dalam kamar beserta uang senilai Rp18,85 juta. Tim Satgas pun membawa orang-orang tersebut ke Mapolda Jawa Tengah (Jateng) untuk pemeriksaan awal.

“Kemudian, enam orang langsung diterbangkan ke Gedung Merah Putih KPK dan tiba sekitar pukul20.13 WIB ‎untuk proses pemerikaan lebuh lanjut,” ujarnya.

Selanjutnya, tim satgas KPK juga melakukan penyegelan di dua ruang kerja kantor Kemenag pada pukul 17.00 WIB. KPK menyegel ruang kerja Menag, Lukman Hakim Saefuddin dan Sekjen Kemenag, M Nur Kholis. “Adapun, total uang yang diamankan tim KPK berjumlah Rp156.758.000,” tandas Laode.

Selain Romi, KPK juga menetapkan dua tersangka lain. Mereka ialah Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.

Dalam perkarai ini Romi bersama dengan pihak Kementerian Agama RI, diduga menerima suap untuk mempengaruhi hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kemenag, yaitu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur.

Atas perbuatannya, Rommy dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak PIdana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf atau huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (cw6/mb)