Monday, 27 May 2019

PM Selandia Baru Tegaskan Akan Perketat UU Kepemilikan Senjata

Sabtu, 16 Maret 2019 — 11:47 WIB
PM Selandia Baru, Jacinda Ardern. (reuters)

PM Selandia Baru, Jacinda Ardern. (reuters)

SELANDIA BARU – Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, menegaskan akan mengetatkan undang-undang senjata di negaranya. Langkah ini diambil menyusul tragedi penembakan di dua buah masjid di Christchurch yang menewaskan 49 orang.

Dilansir AFP, Jacindamenyebutkan bahwa tersangka penembakan, Brenton Tarrant, memperoleh ijin senjata kategori A pada November 2017. Sebulan setelahnya, ia kembali membeli lima senjata yang digunakannya dalam serangan Jumat (15/3/2019) di Christchurch.

(Baca: Masuki Ruang Sidang, Tersangka Penembakan di Masjid Christchurch Tersenyum )

“Faktanya, orang ini sudah mendapat lisensi senjata dan memiliki senjata-senjata itu. Maka saya pikir orang akan mencari perubahan, saya berkomitmen untuk itu,” ujar Perdana menteri. “Undang-undang soal senjata akan kami ubah.”

Hari ini, Sabtu (16/3/2019), tersangka penembakan di dua masjid Selandia Baru, Brenton Tarrant, menjalani sidang perdana di Pengadilan Distrik Christchurch. Tidak tampak penyesalan pada wajah Brenton saat ia memasuki ruang sidang. Bahkan, pria 28 tahun asal Australia tersebut menyeringai saat diambil fotonya oleh awak media.

Dalam sidang yang berlangsung singkat tersebut, Brenton tidak meminta jaminan pembebasan dan diperintahkan hakim untuk tetap berada di tahanan hingga tanggal sidang berikutnya, yang dijadwalkan digelar 5 April 2019. (mb)