Wednesday, 26 June 2019

Romi Kena OTT, Ini Alasan KPK Segel Ruangan Menteri Agama dan Sekjen

Sabtu, 16 Maret 2019 — 19:40 WIB
Berkacamata hitam dan mengenakan rompi kuning, Ketua Umum PPP Romahurmuziy masuk ke mobil (cw6)

Berkacamata hitam dan mengenakan rompi kuning, Ketua Umum PPP Romahurmuziy masuk ke mobil (cw6)

JAKARTA – Buntut dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) Ketum PPP Romahurmuziy alias Romi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel ruang kerja Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin dan ruang Sekjen Kemenag M Nur Kholis Setiawan.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan, tim KPK menyegel ruang kerja Lukman dan Nur Kholis lantaran diduga di dalamnya terdapat barang bukti terkait kasus suap dugaan pengisian jabatan di Kemenag.

“Tim penyidik dan penyelidik menduga di dalam situ ada bukti-bukti yang bisa mendukung ungkap kasus secara tuntas,” ucapnya di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (16/3/2019).

Nur Kholis sendiri sempat mendatangi gedung KPK, Jumat (15/3/2019) malam dimintai klarifikasi oleh KPK sampai pukul 03.00 WIB dini hari. Ia pun dipersilahkan meninggali gedung KPK.

Terpisah, Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag Mastuki membenarkan jika Nur Kholis mendatangi kantor KPK. Senada dengan KPK, menurut Mastuki, kedatangan Nur Kholis dalam rangka klarifikasi terkait penyegelan ruang kerja Sekjen dan Menteri Agama oleh petugas KPK.

“Penyegelan ruang kerja Menteri Agama dan Sekjen dilakukan petugas KPK pada sekitar pukul 18.00 WIB. Sementara Sekjen baru tiba di kantor sekitar 18.30 WIB dan mendapati ruang kerjanya sudah disegel. Sekira pukul 19.05, Sekjen menuju kantor ke KPK untuk klarifikasi,” ucap Mastuki di Jakarta.

“Jadi Sekjen datang memenuhi panggilan sesuai surat KPK terkait permintaan keterangan karena ada penyegelan. Ini memang prosedur mereka,” sambungnya.

Sementara itu, Mastuki menegaskan jika Nur Kholis ke KPK bukan karena diciduk atau dibawa tim KPK dari kantor Kemenag.

Menurut Mastuki, Sekjen Kemenag berada di Gedung Merah Putih sampai dinihari sekitar pukul 02.30 WIB.

“Setelah klarifikasi usai, beliau kembali ke kediaman dan pagi tadi sudah beraktivitas kembali sebagaimana biasa”, katanya.

Sekadar informasi, selain Rommy, KPK juga menetapkan dua tersangka lain. Mereka ialah Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.

Dalam perkarai ini Rommy bersama dengan pihak Kementerian Agama RI diduga menerima suap untuk mempengaruhi hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kemenag, yaitu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur.

Atas perbuatannya, Rommy dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak PIdana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf atau huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (cw6/b)