Wednesday, 24 April 2019

Penembakan di Tram di Utrecht, Belanda Tiga Tewas

Selasa, 19 Maret 2019 — 0:15 WIB
Tram yang ditembaki seorang pria dan tiga orang tewas

Tram yang ditembaki seorang pria dan tiga orang tewas

BELANDA- Pihak berwenang Belanda memperketat pengamanan di seluruh negeri setelah seorang pria bersenjata mengeluarkan tembakan di tram di Utrecht pada Senin pagi waktu setempat (18/03).

Penembakan di moda transportasi umum populer Belanda itu menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan sembilan lainnya luka.

Pengamanan yang diperketat meliputi sekolah, masjid, terminal dan gedung-gedung pemerintah. Layanan kereta dan tram di Utrecht untuk sementara dihentikan. Ancaman keamanan di Utrecht dinaikkan ke level tertinggi.

Perdana Menteri Mark Rutte mengatakan ia sangat prihatin dan pemerintah menggelar rapat darurat untuk menangani peristiwa itu.

Aparat keamanan memburu pria bersenjata itu yang dikatakan melarikan diri dari lokasi kejadian dengan mengendarai mobil.

Kepolisian baru saja merilis foto seorang pria yang disebut sebagai terduga pelaku. Ia disebut bernama Gokman Tanis, 37, seorang pria asal Turki.

terduga

Koordinator antiterorisme Belanda Pieter-Jaap Aalbersberg mengatakan semua usaha ditujukan untuk menangkap pelaku.

Wali Kota Utrecht Jan van Zanen mengatakan peristiwa itu digolongkan sebagai serangan teror.

Kepolisian antiteror sebelumnya dilaporkan telah mengatakan bahwa penembakan tersebut “tampaknya merupakan serangan teroris”.

Di depan rumah yang terletak di jalan di dekat lokasi kejadian, aparat keamanan bersenjata lengkap dilaporkan berkumpul dan tampak bersiap-siap melakukan penggerebekan, sementara melarang warga mendekat.

Pusat Medis Universitas Utrecht diminta menyediakan ruang khusus untuk merawat korban luka.

Universitas Utrecht menutup seluruh gedung di kampusnya dan melarang orang masuk atau keluar lingkungan.

“Seorang pria menembak secara membabi buta,” tutur seorang saksi mata kepada situs berita Belanda, NU.nl.

Seorang saksi mata lainnya mengatakan ia melihat seorang perempuan luka, tangannya berdarah yang juga mengenai pakaiannya.

“Saya membawanya ke mobil dan memberikan bantuan kepadanya,” ujarnya kepada lembaga penyiaran NOS. (BBC)