Tuesday, 25 June 2019

Penjualan BBM Ilegal Diduga Marak di Dermaga Muara Baru

Selasa, 19 Maret 2019 — 0:15 WIB
solar-timbun-bbm

JAKARTA – Transaksi bahan bakar minyak (BBM) subsidi ilegal jenis solar secara ilegal diduga marak terjadi di Dermaga Muara Baru,Penjaringan, Jakarta Utara. Akibat kejadian tersebut bukan hanya negara yang dirugikan namun juga warga.

Indikasi adanya praktik tersebut diungkapkan Anggota Komisi VII DPR, Ivan Doly, yang mengaku telah menggerebek praktirk tersebut pada Minggu (17/3) malam. “Kita bisa bayangkan, masyarakat yang berada di Ibu Kota saja tidak bisa menikmati kebijakan BBM satu harga. Ini imbas dari permainan BBM yang dilakukan mafia minyak,” kata Ivan, kemarin.

Menurut Ivan, penjualan BBM ilegal dilakukan oleh beberapa perusahaan. Karenanya iapun meminta Kementerian ESDM, BPH Migas, dan aparat penegak hukum untuk menindak lanjuti temuannya tersebut.

Dikatakannya, solar yang dibawa oleh mobil tangki itu disedot dan dialirkan ke kapal tongkang berukuran 150 – 250 kilo liter ( KL ). Setelah tongkang terisi solar, maka mereka bergerak ke tengah laut dan menjual solar kepada kapal ikan kapasitas besar dan bahkan diduga kuat di ekspor secara ilegal ke negara lain. “Saya akan membawa masalah ini
ke dalam rapat Komisi VII DPR dengan Kementerian ESDM dan Pertamina,” imbuhnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Ivan dari sopir tangki BBM illegal, pihak perusahaan menjualnya dengan harga Rp9.000 – Rp9.500 / liter kepada perusahaan-perusahaan pemilik kapal-kapal tongkang. Kemudian tongkang menjual nya di tengah laut atau ke kapal-kapal di perairan sekitar pelabuhan di bawah harga Pertamina. “Jika dihitung kasar, keuntungan perusahaan-perusahaan dari penjualan ilegal ini mencapai miliaran rupiah per hari,” pungkasnya.(ruh/st)