Monday, 19 August 2019

Calon Haji Asal Bekasi Rekam Biometrik di Cipinang

Rabu, 20 Maret 2019 — 19:29 WIB
Calhaj tahun 2019, harus merekam Biometrik di Mall Cipinang, Jakarta Timur. (saban)

Calhaj tahun 2019, harus merekam Biometrik di Mall Cipinang, Jakarta Timur. (saban)

BEKASI – Calon jamaah haji (Calhaj) asal Kabupaten Bekasi tahun 2019 baru 20 persen yang melunasi Biaya Penyelenggaran Ibadah Haji (BPIH).

“Jumlah ini menurun jika dibanding tahun sebelumnya. Meski ada tiga gelombang pelunasan,” ujar Shobirin, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bekasi, saat dihubungi Poskotanews.

Penurunan ini diakui Shobirin karena waktu pelunasan berbarengan dengan pelaksanaan rekam Biometrik, yang merupakan syarat wajib bagi Calhaj untuk mendapat visa dari Pemerintahan Saudi Arabia. “Pelunasan tahap pertama akan berlangsung dari 19 Maret – 15 April 2019 dan tahap kedua mulai tanggal 30 April sd 10 Mei 2019,” ujar Shobirin, didampingi Kasie Penyelenggaran Haji dan Umroh (PHU) Sukardi.

Hingga hari kedua, calon haji yang sudah melunasi sebanyak 223 orang dengan BPIH sebesar R 34.987.280, khusus Embarkasi Jakarta (Bekasi) dan Pondok Gede. Sedangkan untuk mereka yang sudah pergi haji terkena pelunasan progresif sebesar Rp7 juta lebih.

Jumlah Calhaj Kabupaten Bekasi pada tahun 2019 sebanyak 2.206 orang. Mereka dikelompokan menjadi tujuh Kelompok Terbang (Kloter) namun ada empat kloter utuh dan selebihnya campuran.

Sementara itu, pelaksanaan Biometrik dikeluhkan calon haji. “Tempatnya jauh dan antreannya berjubel,” ujar Manah (60), warga Kecamatan Pebayuran. Dia terpaksa berangkat selepas subuh dari rumahnya dan jauh dan bergabung dengan jamaah umroh serta TKI ke Arab Saudi.

Para calhaj ini dibimbing ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) menuju Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang, Pondok Bambu, Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, “Adanya di Mall Cipinang,” ujar Suparman, Ketua Forum KBIH.

Para Calhaj berharap ada perubahan soal tempat Biometrik karena tidak hanya jauh juga tempatnya penuh sesak, saat musim haji ini, “Kalau saja bisa di Asrama haji, itu lebih bagus karena selain dekat juga dapat mengenali lingkungan,” kata Maman Suryaman, calon jamaah yang menngajak ibunya yang telah berusia lanjut. (saban/yp)