Saturday, 17 August 2019

Nasibnya Wanita Malang 2 Kali Nikah Salah Melulu

Kamis, 21 Maret 2019 — 6:48 WIB
salah lagi

SUNGGUH kasihan Sulis, 33, sebagai wanita. Dua kali menikah jatuh pada pilihan yang salah. Suami pertama Sandi Arip, 35, temperamental. Suami kedua, Karni Biyas, 45, pemalas sejati. Berharap dapat suami pengganti yang pas, Sulis mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Surabaya. Entah alasan apa yang digunakan.

Setiap istri selalu mendambakan suami yang ganteng, pintar cari duit, sayang istri. Tak semua dambaan itu dikabulkan Allah Swt. Pasti selalu ada yang kurang. Yang ganteng dan sayang istri, tapi tak bisa cari duit. Sebaliknya yang pintar cari duit dan sayang bini, tampangnya seperti mercon bantingan. Ada pula yang ganteng, pintar cari duit, tapi cengkiling (suka memukul) pada istri.

Peruntungan Ny. Sulis dari Surabaya mirip-mirip seperti itu. Dia dua kali menikah selalu sial, ketemu lelaki yang ternyata terlalu jauh dari target. Jangan-jangan ada yang punya dosa turunan dalam keluarga. Sulis memang punya rencana, ada nggak kakek buyutnya yang dulu menggelar mubahalah di alun-alun kota, sehingga anak cucunya yang kena sekarang.

Lima tahun lalu Sulis  menikah dengan Sandi Arip yang tampangnya bolehlah, bodi atletis. Bahagia betul awalnya dia menikah dengan lelaki ini. Tapi lama-lama ketahuan aslinya. Sandi Arip ini ternyata orang yang temperamental, sedikit sedikit marah, kenapa marah cuma sedikit?

Yang bikin Sulis tak betah jadi istrinya, Sandi Arip ini juga suka ringan tangan. Hanya istri salah sedikit sudah ngomel. Jika istri membela diri jadi tambah pitamnya naik. Akhirnya, Sulis malah dijadikan sansak tinju, dipukuli tanpa henti. Baru berhenti jika Sulis sudah ampun-ampun dengan muka bonyok.

Tak tahan dengan sikap suami, Sulis mengajukan gugatan cerai dan dikabulkan Pengadilan Agama.  Setaun menjanda, ada lelaki setengah baya mengajak berkoalisi, namanya Karni Biyas. Kelihatannya dia memang penyabar, memahami istri. Maka setelah dia menyatakan ailapyu, Sulis menerimanya dan langsung naik ring pelaminan.

Tapi lagi-lagi keliru. Karni Biyas hanya nampak baik di masa pacaran saja. Ternyata penilaian Sulis pada Karni selama ini terlalu biyas. Kelihatannya perhatian pada istri, ternyata itu hanya sekedar etalase. Aslinya Karni Biyas cuek bebek pada istrinya. Tak cepat tanggap pada kebutuhan istri.

Yang paling tidak disukai, Karni Biyas malah sekedar numpang hidup, dia tak mau kerja, mentang-mentang istrinya perempuan mandiri, punya usaha sendiri. Jadi selama beberapa bulan jadi istrinya, Sulis tak pernah dapat amplop gaji dari suami. Justru jika Karni mau pergi malah minta sangu pada istrinya. Ibarat HP, Karni Biyas memang sekedar untuk ngecas.

Capek sudah Sulis dapat suami model Karni biyas, sehingga dia terpaksa kembali mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Surabaya. Celakanya, dia kembali ketemu hakim yang dulu, sehingga diledek ini suami atau sepeda motor, kok sebentar-sebentar ganti?

Ya kalau cocok, tukar tambah bolehlah. (*/Gunarso TS)