Sunday, 21 July 2019

Filipina Dikabarkan Mundur

Cabor Dukung SEA Games 2019 di Indonesia

Jumat, 22 Maret 2019 — 11:25 WIB
Stadion Utama Gelora Bung Karno,

Stadion Utama Gelora Bung Karno,

JAKARTA – Kabar mundurnya Filipina sebagai tuan rumah SEA Games disambut positif oleh beberapa cabang olahraga (cabor) di Indonesia. Ketua Umum Indonesia Jetsport Boating Association (IJBA), Fully Aswar mengatakan, pihaknya mendukung penuh bila SEA Games 2019 digelar di Indonesia.

“Kami mendukung SEA Games dipindah di Indonesia. Kami siap menggelar cabor Jetski karena memiliki venue kelas dunia,” kata Fully Aswar, Kamis (21/3/2019).

Selain Indonesia, dia juga mendukung bila SEA Games dipindah ke Thailand. Sebab, ujarnya, Thailand pasti akan menggelar cabor jetski. “Thailand banyak atlet jetski, berbeda dengan Filipina. Makanya jetski tidak dimainkan di SEA Games Filipina,” katanya.

Dukungan senada juga diungkapkan Sekjen PP PCI, Arsyad Ahmadin. Dia megungkapkan, Indonesia bisa saja menggantikan Filipina sebagai tuan rumah SEA Games 2019. Hanya saja, harus mendapat persetujuan dari  SEA Games Federation Council.

“Meski cukup berat karena ada Pilpres, tapi peluang tetap terbuka. Apalagi kita cukup sukses menggelar Asian Games,” kata Arsyad.

Berbeda dengan Kabid Organisasi PODSI, Hipni Hasan. Dia mengatakan tidak memungkinkan Indonesia menjadi tuan rumah SEA Games karena tengah sibuk menggelar pilpres.

“Kalau tidak ada Pilpres mungkin bisa, lagi pula Indonesia tengah memperbaiki ekonominya. Jadi kita Thailand atau Singapura lebih tepat menggantikan Filipina,” paparnya.

Sebelumnya, Filipina dikabarkan terancam mundur menjadi tuan rumah SEA Games 2019 dengan berbagai alasan. Sebuah sumber membocorkan bahwa Philippines Olympic Committee (POC) atau komite Olimpiade Filipina berencana mengundurkan diri karena kurangnya anggaran, hingga perselisihan antar-elit olahraga di negeri jajahan Spanyol tersebut.

Saat ini, SEA Games Federation Council sedang memonitor situasi Filipina. Keputusan akan diambil dalam waktu dekat. Mereka juga mempertimbangkan Indonesia dan Thailand sebagai kandidat pengganti host.

”Kalau mau mundur, mending mundur secepat mungkin. Kalau terlalu mepet, itu bakal tidak adil buat siapa pun yang menggantikan kami,” kata sumber tersebut, yang diklaim sebagai pejabat olahraga senior Filipina, seperti dikutip Fox Sports. (junius/ys)