Friday, 19 April 2019

Bawaslu Banten Luncurkan Kampung Anti Politik Uang, Hoaks dan Politisasi SARA di Kota Tangerang

Sabtu, 23 Maret 2019 — 17:02 WIB
Kampung Anti Politik Uang Hoaks dan Politisasi SARA di Kota Tangerang.

Kampung Anti Politik Uang Hoaks dan Politisasi SARA di Kota Tangerang.

TANGERANG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Banten meresmikan ‘Kampung Anti Politik Uang, Hoaks, dan Politisasi SARA’, sebagai wujud komitmen pada perhelatan Pemilu 2019 yang berintegritas dan bermartabat.

Kampung tematik ini berlokasi di Kampung Rukun, Jalan Tongyam III, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang. Sesuai namanya, yakni Kampung Rukun, Kampung tematik digagas menjadi simbol menjaga kerukunan umat di Kota Tangerang jelang Pemilu serentak 17 April mendatang.

Peluncuran kampung tematik ini dihadiri Walikota Tangerang Arief R Wismansyah, Kapolres Metro Tangerang Kombes Abdul Karim, Dandim 0506 Letkol Inf Faisol Izzuddin, Ketua KPU Kota Tangerang Ahmed Syailendra serta Ketua Bawaslu Kota Tangerang Agus Muslim.

Ketua Bawaslu Provinsi Banten Didih M Sudih mengatakan, kampung tematik ini baru pertama kali hadir di Provinsi Banten. Ia mengatakan lingkungan ini akan dijadikan percontohan bagi kampung lainnya untuk menunjukkan bahwa pesta demokrasi lima tahunan berjalan tanpa harus bergejolak.

“Ini kampung percontohan pertama di Provinsi Banten dan akan berada di Pandeglang maupun Serang,” ujar Didih, Sabtu (23/3/2019).

Dalam demokrasi, kata Didih, persaingan politik adalah hal yang lumrah. Kompetisi dalam pemilu juga sangat diperbolehkan. Namun, mesti mentaati aturan yang berlaku dan yang terpenting menghindari praktik politik uang, hoaks dan politisasi SARA.

“Politik uang itu sakitnya di hati dan lukanya sangat lama. Rumah ibadah juga milik bersama, bukan milik tertentu,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Tangerang Agus Muslim mengatakan, dipilihnya Kampung Rukun sebagai Kampung Anti Politik Uang, Hoaks, dan Politisasi SARA. Sebab, warga Kampung Rukun terdiri dari beragam ragam suku dan agama yang telah lama hidup berdampingan.

“Sesuai dengan namanya. Rukun adalah Ramah, Unik, Kreatif, Ulet dan Nyaman. Artinya bahwa dari kampung rukun ini kita berikan yang terbaik, Indonesia damai Pemilunya sukses tanpa ada suatu apapun. Kita akan lakukan perlawanan itu, Kami dengan Muspida akan mengawal itu,” katanya.

Diresmikannya Kampung Rukun sebagai simbol menjaga kerukunan umat agar selalu menjalin persaudaraan disambut baik Walikota Tangerang Arief R Wismansyah.

“Ini harus menjadi cerminan di Neglasari bahkan cerminan di Indonesia untuk kesuskesan pemilu. Maka saya titip kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk disampaikan kepada umat agar bagaimana menjaga persaudaraan,” ucapnya.

Dalam kegiatan peluncuran kampung ini, para petinggi partai politik se-Kota Tangerang juga melakukan deklarasi untuk berkomitmen menghindari dan melawan politik uang, hoaks dan politisasi SARA.

Secara simbolis pula, peresmian dilakukan dengan memotong pita yang terbentang di antara signage Kampung Anti Politik Uang, Hoaks dan Politisasi SARA. (imam/yp)