Wednesday, 24 April 2019

Anak Buah Tersangka Suap, KPK Bakal Panggil Bos Krakatau Steel

Selasa, 26 Maret 2019 — 11:01 WIB
logo kpk

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana akan memanggil Direktur Utama PT Krakatau Steel, Silmy Karim, untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap terhadap Direktur Teknologi dan Produksi Krakatau Steel, Wisnu Kuncoro.

“Kalau jadwal pemeriksaannya belum saya dapatkan informasinya. Tapi nanti kalau dibutuhkan tentu bisa diagendakan ya pemeriksaannya,” ucap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Selasa (26/3/2019).

Febri melanjutkan, dugaan suap yang terjadi di lingkungan Krakatau Steel lebih terkait dengan hubungan antara Wisnu dengan pihak swasta. Namun, ia memastikan akan melakukan pemeriksaan terhadap semua saksi yang relevan.

“Informasi-informasi yang relevan tentu akan kami dalami dari pemeriksaan tersangka atau saksi,” tandasnya.

(BacaKPK Tetapkan Direktur Teknologi dan Produksi Krakatau Steel Jadi Tersangka)

Diketahui KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat (22/3/2019) lalu. Sebanyak enam orang diamankan di berbagai lokasi berbeda, yakni Jakarta, Tangerang Selatan dan Banten.

Tiga dari enam orang yang diamankan tersebut ditetapkan sebagai tersangka, yakni Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel Wisnu Kuncoro alias WNU, Alexander Muskitta alias AMU dari pihak swasta, dan Kenneth Sutardja alias KSU dari pihak swasta. Sedangkan satu tersangka lainnya atas nama Kurniawan Eddy Tjokro alias Yudi Tjokro alias KET masih dalam pencarian KPK.

(BacaJadi Tersangka, Ternyata Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel Berencana Nikahkan Anaknya Besok)

Empat tersangka ini ditetapkan terlibat dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di PT. Krakatau Steel. Adapun KPK menyita uang sebanyak Rp20 juta dari tangan WNU yang disimpan dalam kantong kertas berwarna cokelat dan buku tabungan milik AMU dari tangan AMU sendiri.

“Dari WNU tim mengamankan uang Rp20 juta dalam sebuah kantung kertas berwarna cokelat. Dari AMU tim mengamankan sebuah buku tabungan atas nama AMU,” ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Sabtu (23/3/2019).

(BacaSetelah Diperiksa KPK Seharian Tiga Tersangka Suap PT Krakatau Steel Dijebloskan ke Penjara)

Adapun pasal yang disangkakan kepada AMU dan WNU sebagai terduga penerima yakni Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara KSU dan KET sebagai terduga pemberi disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tlndak Pidana Korupsijuncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (cw6/ys)