Monday, 24 June 2019

Jokdri Dibui, Pengacara Belum Putuskan Langkah Hukum

Selasa, 26 Maret 2019 — 11:36 WIB
Kuasa Hukum Plt Ketum PSSI Joko Driyono, Andru Bimaseta. (cw2)

Kuasa Hukum Plt Ketum PSSI Joko Driyono, Andru Bimaseta. (cw2)

 

JAKARTA – Mantan Pelaksana Tugas Ketua Umum (Plt Ketum) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Joko Driyono, ditahan di Rumah tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, terhitung sejak Senin (25/3/2019) hingga 20 hari kedepan.

Terkait penahanan Jokdri, sapaan akrab Joko Driyono, kuasa hukumnya, Andru Bimaseta, menanggapi hal tersebut. Menurutnya, pihaknya belum menentukan langkah selanjutnya yang akan diambil setelah penahanan terhadap kliennya itu.

“Ya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan per hari ini (25/3/2019) untuk 20 hari kedepan. Dari tanggal 25 Maret sampai 13 April 2019. Masih kami pertimbangkan (langkah hukum selanjutnya),” ujar Andru di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Senin (25/3/2019) malam.

(BacaSehari Dibui, Begini Kondisi Jokdri)

Ia menilai, penahanan terhadap Jokdri dilakukan atas alasan subjektif dan objektif penyidik. Oleh karena itu, langkah hukum yang akan dilakukan pun masih dipertimbangkan.

“Artinya untuk penahanan ini sudah dilakukan penyidik dengan alasan subjektif dan objektif. Untuk alasan subjektif sendiri harus didasarkan tiga alasan. Yang pertama ada kekhawatiran akan melarikan diri, kedua kekawatiran menghilangkan barang bukti, yang ketiga kekhawatiran mengulang tindak pidana,” terangnya.

(BacaJokdri Akhirnya Ditahan Satgas Anti-Mafia Bola)

“Kalau alasan objektifnya kan ancaman hukumannya harus di atas 5 tahun. Nah berarti penyidik memakai alasan subjektif seperti itu,” imbuh Andru.

Meski begitu, lanjutnya, pihaknya menerima semua keputusan dari pihak kepolisian. Jokdri pun akan tetap kooperatif selama proses hukum ini berjalan.

“Ya Pak Joko prinsipnya tetap kooperatif. Artinya tetap mengikuti prosedur dan menyerahkan seluruhnya kekuasa hukum seperti itu,” tandasnya.

(BacaKalau Tahu Akan Ditahan Jokdri Tidak Datang ke Polda Metro)

Sebelumnya Jokdri diduga menjadi dalang dari pengrusakan dan pencurian barang bukti yang dilakukan oleh tiga tersangka kasus tersebut. Atas dugaan itu, status Jokdri pun ditingkatkan oleh penyidik Satgas Antimafia Bola menjadi tersangka.

Adapun penetapan Jokdri sebagai tersangka dilakukan sebelum tim penyidik melakukan penggeledahan di kediaman Jokdri di apartemen Taman Rasuna, kawasan Kuningan Jakarta Selatan dan juga ruang kerja pengganti Edy Rahmayadi ini di kantor PSSI. (cw2/ys)