Tuesday, 25 June 2019

JPU Ajukan 3 Saksi Fakta di Sidang Ratna Sarumpaet

Selasa, 26 Maret 2019 — 10:40 WIB
JPU ajukan 3 saksi fakta di sidang lanjutan kasus Hoaks Ratna Sarumpaet. (yendhi)

JPU ajukan 3 saksi fakta di sidang lanjutan kasus Hoaks Ratna Sarumpaet. (yendhi)

JAKARTA –  Pada sidang lanjutan kasus penyebaran berita bohong atau hoaks dengan terdakwa Ratna Sarumpaet,  Jaksa Penuntut Umum menghadirkan tiga saksi fakta dari penyidik Polda Metro Jaya dan tiga saksi dari Rumah Sakit Bedah Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat.

Memulai sidang, ketua majelis hakim  menanyakan kondisi terdakwa Ratna Sarumpaet. “Saudara sehat?” tanya majelis hakim kemudian dijawab lirih oleh Ratna yang mengaku sehat sembari menganggukkan kepala.

Selanjutnya, ketua majelis hakim meminta JPU menghadirkan saksi namun lebih dulu mengingatkan agar saksi-saksi yang akan dihadirkan tidak berada di dalam ruangan sidang kecuali yang hendak dimintai keterangan.

Selain itu, majelis hakim juga melarang awak media mempublikasikan keterangan saksi-saksi yang dihadirkan oleh JPU.

(BACA: http://poskotanews.com/2019/03/26/ratna-sarumpaet-keluhkan-kondisi-ruangan-tahanan/

Adapun saksi yang dihadirkan oleh JPU dari penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya yakni Nico Purba, Dimas Kristanto, dan Arief Rachman. Sementara tiga saksi dari Rumah Sakit Bedah Bina Estetika yakni dokter gigi, Desak ; dokter spesialis bedah, Sidik Setiamihardja, dan kepala perawat, Aloysius.

Penasehat Hukum Ratna Sarumpaet semula keberatan dengan saksi-saksi yang dihadirkan oleh JPU khususnya dari Kepolisian karena dikhawatirkan akan memberikan subjektif sesuai profesi.

Keberatan tersebut bantah oleh JPU karena saksi dari penyidik dipastikan akan memberikan keterangan sesuai fakta karena selaku pelapor. Majelis hakim kemudian memutuskan tetap mendengarkan keterangan saksi.

“Saudara penasehat, keberatan saudara tetap akan kami catat,” ucap ketua majelis.

Kemudian, penasehat hukum juga mengaku keberatan dan meminta saksi tidak dimintai keterangan di bawah sumpah. Namun, lagi-lagi mejelis hakim menolak karena sesuai hukum yang berlaku setiap saksi harus dimintai keterangan di bawah sumpah.

Setelah proses sumpah, majelis hakim memutuskan lebih dulu memeriksa Nico Purba dan mempersilahkan saksi lain meninggalkan ruang sidang. (yendhi/mb)