Wednesday, 24 April 2019

Usai Dipastikan Gagal ke Piala Asia U-23

Lawan Brunei, Garuda Muda Bakal Tetap Bermain Maksimal

Selasa, 26 Maret 2019 — 10:42 WIB
Skuad Garuda Muda di ajang Kualifikasi Piala Asia U-23 (ist/PSSI).

Skuad Garuda Muda di ajang Kualifikasi Piala Asia U-23 (ist/PSSI).

VIETNAM – Ambisi untuk berlaga di Piala Asia (AFC) U-23 dipastikan gagal dipenuhi tim asuhan Indra Sjafri, tahun depan. Kali ini Timnas ‘Garuda Muda’ Indonesia U-23 hanya bisa memberikan penghiburan pada laga pamungkas fase Grup K babak kualifikasi, menghadapi Brunei Darussalam di Stadion National My Dinh, Selasa (26/3/2019), pukul 17:00 WIB.

Kekalahan 0-1 dari Vietnam, Minggu (24/3/2019) kemarin telah mengakhiri perjalanan Garuda Muda untuk bisa berlaga di Piala Asia U-23, tahun depan. Pasalnya, tim asuhan Indra Sjafri sudah tidak mungkin lagi finis di urutan dua teratas setelah berada di urutan ketiga, tanpa angka. Sementara Thailand dan Vietnam yang menghuni urutan dua teratas sudah mengoleksi enam angka. Namun Garuda Muda masih bertekad untuk menunjukkan penampilan terbaik di laga terakhir, melawan Brunei.

Ambisi itu setidaknya diungkapkan bek Timnas Indonesia U-23, Nurhidayat Haji Haris yang ingin mengakhiri rasa penasarannya di ajang kualifikasi Piala AFC U-23 kali ini. Maklum, dari dua laga yang sudah dilakoni, kemenangan seolah menjauh dari Garuda Muda. Kalah 0-4 dari Thailand pada laga perdana, Nurhidayat dan kolega kembali harus menelan kekalahan 0-1 dari Vietnam. Viet Hung Trieu menjadi penentu kemenangan Vietnam lewat golnya di penghujung laga.

(BacaKebobolan di Akhir Laga, Indonesia Tidak Lolos)

Ironisnya, gol tersebut terjadi lewat skema bola mati yang cukup disesali Nurhidayat yang bertekad bisa meraih kemenangan melawan Brunei.

“Kami sudah berjuang maksimal namun hasil belum berpihak kepada kami. Kami sudah menampilkan permainan lebih baik melawan Vietnam dibanding pertandingan pertama (melawan Thailand). Beberapa peluang juga tercipta untuk Indonesia, namun kami kurang beruntung. Lawan Brunei, kami tetap bermain maksimal,” tegasnya.

Selain misi memberikan penghiburan, Garuda Muda juga harus mampu menghindari posisi sebagai juru kunci setelah hanya berada satu strip di atas Brunei. Jika itu gagal dituntaskan oleh Garuda Muda, maka akan semakin membuat tugas Indra sebagai pelatih, bertambah berat. Maklum, selain Piala AFF-U22 dan Piala AFC U-23, sejak awal Indra memang ditugaskan untuk menukangi Garuda Muda di ajang SEA Games 2019. “Selanjutnya kami akan fokus di SEA Games. Saya akan konsisten dengan itu.” ungkapnya.

(BacaIndonesia Gagal ke Piala Asia U-23, Indra Sjafri: Tanggung Jawab Ada di Tangan Saya)

Di sisi lain, Brunei yang belum pernah menang dalam dua pertemuan terakhir dengan Indonesia, tentu berambisi bisa membuat kejutan dengan mengalahkan Garuda Muda pada laga nanti. Selang beberapa jam pada hari yang sama, Vietnam yang mendapat dukungan lebih di depan publik sendiri, hanya butuh hasil imbang saat melawan Thailand demi usaha melenggang ke putaran final Piala Asia U-23, tahun depan. Maklum, Vietnam berpeluang besar lolos ke putaran final Piala Asia U-23 jika terhindar dari kekalahan pada laga nanti. (junius/ys)

Kualifikasi Piala Asia (AFC) U-23
Indonesia vs Brunei Darussalam
Selasa (26/3/2019), 17:00 WIB
Stadion National My Dinh
REKOR PERTEMUAN:
02/12/17, Indonesia vs Brunei 4-0
29/03/15, Brunei v Indonesia 0-2