Friday, 19 July 2019

TKN Sebut Slogan ‘Putih adalah kita’ Merupakan Pesan Politik Kebenaran dari Jokowi

Selasa, 26 Maret 2019 — 10:59 WIB
Tim Kampanye Nasional (TKN), Hasto Kristiyanto. (ikbal)

Tim Kampanye Nasional (TKN), Hasto Kristiyanto. (ikbal)

JAKARTA – Dalam setiap kampanye terbuka, calon presiden Joko Widodo selalu menyerukan slogan ‘Pilih yang putih, karena putih adalah kita’. Slogan tersebut merupakan ajakan untuk memilihnya. Diketahui dalam kertas suara Jokowi – Ma’ruf mengenakan baju serba putih. Sedangkan pesaingnya, Prabowo – Sandiaga Uno mengenakan setelan jas hitam..

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN), Hasto Kristiyanto menilai seruan Jokowi untuk ”pilih yang putih’ bukan sekadar slogan. Menurutnya seruan tersebut memiliki makna tersendiri.

“Ini bukanlah kebetulan. Putih adalah cermin kebersihan nurani yang menyebabkan alam pikir berkreasi dan berdaya cipta dengan segala sesuatu hal yang baik. Sebaliknya, hitam adalah simbol politik hoax, politik fitnah, yang selama ini selalu menyerang Jokowi-KH Ma’ruf Amin”, ujar Hasto kepada wartawan, Selasa (26/3/2019).

Menurutnya warna putih adalah cermin politik berkeadaban, antitesa politik hoaks dan fitnah yang berwarna hitam. Dia menegaskan atas dasar kontrasting warna tersebut, tepat ketika di dalam setiap kampanye Jokowi selalu menegaskan bahwa ‘Putih adalah Kita’.

“Putih adalah Kita kini semakin bergaung nyaring sebagai kekuatan moral melawan politik hitam. Kami akan berjuang dengan sepenuh hati melalui kekuatan moral politik putih ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sekjen PDI Perjuangan itu menambahkan, dengan seruan Jokowi tersebut setiap Regu Penggerak Pemilih (Guraklih) dan saksi serta seluruh simpatisan dan pendukung diserukan untuk terus bergerak dengan baju putih ala Jokowi dan putih ulama seperti Ma’ruf Amin.

“Putih tidak bisa dipakai oleh orang yang berkelakuan hitam. Apa itu kelakuan hitam? Fitnah, bicara tanpa budi pekerti, hoax dan berbagai bentuk racun peradaban yang anti kemanusiaan,” tandas dia.

“Tim Jokowi-KH Maruf Amin semakin yakin terhadap jalan kebenaran politik yang di tempuh. Tak heran hampir sebagian besar lembaga survey yang kredibel selalu unggulkan pemimpin yang selama ini diam dalam kepungan serangan fitnah. Satyam Eva Jayate, Putih adalah kita,” tutup Hasto. (ikbal/mb)