Tuesday, 16 July 2019

Lima Angkot Ngetem Sembarangan Diderek Petugas Dishub

Rabu, 27 Maret 2019 — 23:40 WIB
derek

JAKARTA- Lima mobil angkutan umum diderek petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur. Tindakan tegas itu diambil lantaran angkot tersebut masih tetap ngetem sembarangan, tepatnya di perempatan Pasar Rebo, Ciracas, Jakarta Timur, sehingga menjadi biang kemacetan.

Penindakan yang dilakukan itu merupakan tindaklanjut atas laporan warga yang disampaikan ke redaksi Pos Kota melalui pesan singkat yang bertuliskan : Yth bapak kepolisian dan dishub, mohon ditertibkan angkutan umum yang ngetem seenaknya di bahu jalan perempatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, karena setiap hari membuat kemacetan dan arus lalulintas tersendat. Terima kasih. (081286834xxx)

Kasi Pengawasan dan Pengendalian Sudin Perhubungan Jakarta Timur, Slamet Dahlan mengatakan, lima mobil lagi langsung kami derek sebagai tindak lanjut laporan warga. Seluruhnya, kami bawa ke kantor unit pengelola angkutan sekolah (Upas) untuk dikandangi. “Mereka kami tindak atas pelanggaran yang dilakukan dan sangsinya kami derek,” katanya, Rabu (27/3).

Menurut Dahlan, penindakan itu karena selama ini perempatan Pasar Rebo kerap dijadikan tempat ngetem angkutan umum. Alasannya, sopir hanya menunggu penumpang ke arah Bogor sebentar. “Namun karena selama ini dikeluhkan warga dan menjadi penyebab kemacetan, tetap kami tindak kembali dan diberi denda satu hari Rp500 ribu,” ujarnya.

Dahlan menyebut, tindakan yang diberikan pihaknya, selama ini sudah kerap kali dilakukan. Namun upaya yang diberikan itu dinilainya tak memberi efek jera bagi para pengemudi angkutan umum. “Makanya kami akan sering-sering melakukan penderekan angkutan umum untuk memberi contoh ke pengemudi lain bahwa pihaknya memberi tindakan tegas bagi yang melanggar,” tegasnya.

Ditambahkan Dahlan, pihaknya akan terus memantau kawasan yang selama ini dijadikan tempat mangkal dan ngetem angkutan umum . Di mana nantinya, petugas akan ditempatkan di lokasi untuk menghalau pengemudi angkot agar tak terlalu lama ngetem. “Kami ingin kawasan itu bersih dari angkot yang ngetem dan tak lagi dikeluhkan warga,” ungkapnya. (Ifand)