Friday, 20 September 2019

Tak Kunjung Rampung, Waduk Rorotan Hanya Jadi Tempat Mancing

Jumat, 29 Maret 2019 — 21:57 WIB
Waduk Rorotan yang hingga kini belum rampung dikerjakan. (Ifand)

Waduk Rorotan yang hingga kini belum rampung dikerjakan. (Ifand)

JAKARTA – Waduk Rorotan atau yang disebut oleh warga sekitar sebagai Danau Jakarta Garden City (JGC), hingga kini kondisinya tak terurus. Rumput ilalang dan bantaran yang tak terawat, membuat waduk yang dibangun dengan biaya ratusan miliar itu seperti kubangan.

Rencana pemerintah provinsi (pemprov) untuk menyulap kawasan itu sebagai tempat penampungan raksasa pun belum terlihat. Warga sekitar pun memanfaaatkan waduk untuk memancing meski sedikit was-was lantaran tak ada tiang pengaman disekeliling waduk.

Ardi (41) warga Rorotan, Jakarta Utara, yang sengaja datang untuk sekedar memancing ikan-ikan kecil. Menurutnya hal itu dilakukan untuk memanfaatkan danau yang belum jadi itu. “Ya lumayan mancing sembari iseng-iseng. Daripada nggak diapa-apain ini waduk,” katanya, Jumat (29/3).

Dikatakan Ardi, belum seluruhnya area Waduk Rorotan rampung sejak tahun 2017 lalu. Pinggiran waduk masih berupa tanah tandus yang belum dirapihkan hingga pertengahan tahun 2019 ini. “Kalau bentuknya sih jadi sudah lama. Tapi kalau pinggirannya belum jadi sampe sekarang, nggak tahu kapan jadinya,” tambahnya.

Waduk Rorotan sendiri, sempat terkendala pembangunannya karena sebelumnya Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Teguh Hendrawan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya pada tanggal 29 Agustus 2018 lalu, karena melakukan pelanggaran dengan masuk pekarangan orang tanpa izin.

Saat itu, mantan camat Pulogadung ini dilaporkan warga bernama Felix Tirtawidjaya pada bulan Agustus 2016 lalu, karena dianggap melanggar pasal 170 tentang perusakan dan masuk ke pekarangan orang lain. Dan hingga Teguh di copot dari jabatannya, pembangunan waduk pun tak juga dilanjutkan padahal sudah ditahap akhir pengerjaan.

Saat ini, beredar kabar Teguh Hendrawan kembali dilakukan pemanggilan oleh Direktorat Kriminal Khusus (dirkrimsus) Polda Metro Jaya. Namun ketika dikonfirmasi akan pemanggilan kembali, Direktur Dirkrimsus Polda Metro, Kombes Adi Deriyan, belum bisa dikonfirmasi. Pesan singkat yang disampaikan wartawan belum dibalas yang bersangkutan. (Ifand/win)