Tuesday, 16 July 2019

Dianggap Kejam dan Tidak Manusiawi

Wacana Brunei Darussalam Terapkan Hukum Syariat Islam Tuai Protes

Jumat, 29 Maret 2019 — 9:27 WIB
Sultan Hassanal Bolkiah. (reuters)

Sultan Hassanal Bolkiah. (reuters)

BRUNEI – Wacana penetapan hukuman mati bagi gay maupun lesbi yang dikeluarkan Sultan Brunei Darussalam, menuai kecaman. Banyak yang menilai jika hukuman tersebut kejam dan tidak manusiawi.

Sultan juga berencana menerapkan hukuman potong tangan bagi pencuri, tak terkecuali jika pelaku merupakan anak-anak.

Rachel Chhoa-Howard, dari Amnesty International, mengatakan hukuman baru tersebut “mengerikan” dan mendesak Brunei untuk mempertimbangkan kembali sebelum diterapkan pada 3 April mendatang.

“Brunei harus segera menghentikan rencananya untuk menerapkan hukuman kejam ini dan merevisi hukum pidana sesuai dengan kewajiban hak asasi manusianya,” katanya dilansir Sky News. “Organisasi internasional harus segera mengutuk tindakan Brunei untuk menerapkan hukuman kejam ini ke dalam praktik.”

Hukum Syariah diterapkan di Brunei sejak tahun 2014 ketika Sultan Hassanal Bolkiah, bergerak untuk memperkuat pengaruh Islam di negaranya.

Penjualan alkohol secara publik sudah dilarang di sana dan mereka yang melewatkan salat Jumat atau diketahui memiliki anak di luar nikah cenderung didenda atau dikirim ke penjara.

Disebutkan, hukuman rajam yang baru juga berlaku untuk sodomi, perzinahan dan pemerkosaan. (mb)