Wednesday, 21 August 2019

Anies : Tarif MRT Lebih Murah Dibandingkan Ongkos Ojek Online

Senin, 1 April 2019 — 12:09 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.(Cw2)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.(Cw2)

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membandingkan tarif antara MRT dengan transportasi lainnya, misalnya ongkos ojek online.

Ia menilai, tarif MRT yang dipatok antara Rp. 3.000 – Rp. 14.000 tidak dapat dikatakan mahal. Sebab jika dibandingkan dengan ongkos ojek online, maka hitungannya akan lebih mahal ongkos ojek online dibandingkan membayar tarif MRT.

“Disebut murah atau mahal itu dalam konteks relatif. Relatif terhadap apa? Nah coba bandingkan dengan angkutan umum lain. Kalau menggunakan ojek online saja misalnya, kalau ojek online berapa per kilometer? Rp. 2.000? Jaraknya berapa kilometer? 16 kilometer, berarti 32 ribu,” ujar Anies ditemui di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Senin (1/4/2019).

Dengan harga yang terhitung mahal, kata Anies, waktu tempuh untuk tiba ke tujuan pun tidak pasti. Sebab, kendala macet turut mempengaruhi waktu tempuh dengan menggunakan ojek online.

Sedangkan jika masyarakat menggunakan MRT, mereka dapat memprediksikan waktu tempuh hingga ke tempat tujuan. Terlebih, waktu tempuh enggan menggunakan transportasi tersebut terbilang singkat. Sehingga tarif Rp. 14.000 dapat dikatakan sesuai.

“Naik motor nih, kepastian waktu tidak pasti. Nah ini (menggunakan MRT) pasti waktunya 28 menit, kenyamanan tinggi, harganya 50 persen dari itu (ojek online). Jadi sebenarnya ketika berbicara mahal dan murah itu relatif, makanya bandingkan dengan moda transportasi lain,” serunya.

Tak hanya perbandingan antara tarif MRT dengan ongkos ojek online saja. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini juga membandingkan antara MRT dengan kendaraan pribadi. Menurutnya, menggunakan kendaraan pribadi menyebabkan pengeluaran membengkak. Sebab, ada biaya seperti bensin dan parkir yang harus dibayar.

“Kalau pakai motor dan mobil sendiri harus dipikirkan biaya parkirnya di sini. Kalau naik MRT begitu turun tidak usah mikir parkir lagi, langsung bisa ke kantor, leluasa sekali,” terang Anies.

Sebelumnya diketahui, Anies bersama Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menyepakati tarif MRT Jakarta pada Selasa (26/3/2019). Adapun tarif MRT ini berkisar Rp 3.000 sampai Rp 14.000. Anies menjelaskan, penetapan tarif tersebur mempertimbangkan kemampuan (ability to pay) dan kesediaan (willingness to pay) masyarakat membayar tarif MRT Jakarta.

Ia pun berharap, dengan adanya MRT ini, para pengguna kendaraan pribadi dapat beralih menggunakan berbagai pilihan angkutan umum. (cw2/tri)