Friday, 20 September 2019

Ketua TKN: Pembangunan Indonesia Timur Bukti Jokowi Kerja Nyata

Rabu, 3 April 2019 — 12:40 WIB
Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), Erick Thohir. (ikbal)

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), Erick Thohir. (ikbal)

PALEMBANG – Presiden Joko Widodo meresmikan tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Kalimamtan Timur, Senin (1/4/2019) lalu.

Tidak hanya infrastruktur ekonomi, di tiga kawasan di timur Indonesia itu juga turut didirikan infrastruktur pendukung berupa sarana pendidikan.

Ketiga KEK tersebut ialah KEK Bitung di Sulawesi Utara, KEK, Morotai di Maluku Utara, dan KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan di Kalimantan Timur.

Sementara infrastruktur pendukung sarana pendidikan yang turut diresmikan ialah rumah susun Institut Agama Islam Negeri Manado dan rumah susun Universitas Kristen Tomohon.

“Dengan adanya pembangunan sejumlah KEK di kawasan timur Indonesia ini akan muncul pemerataan pembangunan. KEK tersebut diharapkan dapat memajukan perekonomian setempat yang kebanyakan bergantung pada industri pengolahan bahan baku dan pariwisata,” ujar Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), Erick Thohir, Rabu (3/4/2019).

Dia mengatakan dengan banyaknya investasi yang masuk ke wilayah tersebut seiring dengan pembangunan KEK, lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat juga diperkirakan akan terbuka lebar sehingga masyarakat akan turut merasakan hasil dari pembangunan tersebut.

Menurut Erick, pembangunan ini membuktikan bahwa Presiden Jokowi bekerja untuk seluruh bangsa. Landasan dari pekerjaan itu, imbuhnya, bukan popularitas untuk kepentingan pemilu. Sebab jika landasannya mencari popularitas untuk kebutuhan pemilu maka yang akan dibangun adalah wilayah Jawa yang merupakan lumbung suara.

“Tapi Pak Jokowi membuktikan pemerataan pembangunan untuk semua, untuk keadilan, dan untuk kepentingan bangsa di atas segalanya,” tandas dia.

Lebih lanjut pengusaha sukses ini menjelaskan sejumlah KEK yang diresmikan tersebut memiliki fokus berupa pengolahan komoditas pertanian setempat dan perikanan.

KEK Bitung misalnya, dengan luas total 534 hektare diharapkan mampu mendorong hilirisasi dan daya saing sektor perikanan, agro bisnis, dan farmasi.

Adapun KEK Morotai memiliki keunggulan berupa keindahan pantai dan pemandangan bawah laut yang indah. Dahulu, tutur Erick, Pulau Morotai diketahui juga merupakan salah satu basis militer pada Perang Dunia II sehingga berpotensi menjadi daerah wisata.

Sedangkan KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan memiliki luas 557 hektare yang akan ditujukan sebagai kawasan pengolahan kelapa sawit, energi, dan logistik. Daerah yang kaya sumber daya alam terutama kelapa sawit ini diharapkan akan menjadi pusat pengolahan komoditas tersebut beserta segala produk turunannya di samping industri lain seperti industri mineral, gas, dan batu bara.

Pembangunan ini, kata Erick, membuktikan Presiden Jokowi memiliki road map dan rencana besar untuk membawa Indonesia menjadi raksasa ekonomi di tahun 2030. Karena itu, Erick pun tak ragu mengampanyekan Presiden Jokowi untuk melanjutkan kepemimpinannya pada periode kedua.

“Sebab Pak Jokowi sudah memberi bukti, yang lain hanya retorika dan tidak memiliki pengalaman dan rencana yang jelas. Untuk itu jadi kewajiban kita untuk memastikan pembangunan terus berlanjut dengan memilih calon nomor 01, Jokowi-Kiai Ma’ruf Amin,” pungkas Erick. (ikbal/tri)