Tuesday, 17 September 2019

KPU akan Tambah Undangan di Debat Terakhir, Sandiaga: Sedikit Saja

Rabu, 3 April 2019 — 16:20 WIB
Cawapres 02 Sandiaga Uno.(yendhi)

Cawapres 02 Sandiaga Uno.(yendhi)

JAKARTA –  Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno berbeda pandangan dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang berencana menambah jumlah tamu undangan dalam debat pamungkas pada, 13 April 2019.

Sandiaga berpendapat, jumlah tamu undangan seharusnya jangan terlalu banyak karena yang diutamakan dalam debat adalah seluruh masyarakat Indonesia yang tidak hadir dalam ruang debat.

“Ini yang harusnya menjadi fokus bahwa kalau bisa yang diundang itu justru sedikit saja tapi difokuskan untuk yang ada di rumah (penonton televisi),” kata Sandiaga di Tamah Buah Mekarsari, Bogor, Rabu (3/4/2019).

Mantan wakil gubernur DKI Jakarta ini menambahkan, tujuan debat adalah untuk menyampaikan visi misi masing-masing pasangan calon presiden dan calon wakil presiden agat masyarakat yakin terhadap kandidat yang akan dipilih.

“Ya ini yang selalau saya sampaikan bahwa debat itu bukan untuk euforia pendukung tapi untuk masyrakat yang belum bisa menentukan pilihan,” ucap Sandiaga.

Selain itu, menurut Sandiaga jika banyak tamu undangan yang berada dalam ruang debat dikawatirkan justru mengganggu jalannya debat karena kemungkinan akan ada teriakan atau yel masing-masing pendukung.

“Karena kita ingin acara berlangsung tertib jangan sampai ada gangguan-gangguan lagi, mengganggu konsentrasi, mengganggu kelancaran sesinya tersebut,” tandas Sandiaga.

Sebelumnya, KPU berencana menambah undangan bagi TKN Jokowi-Ma’ruf dan BPN Prabowo-Sandiaga masing-masing sebanyak 50 orang, sedangkan sebelumnya tiap kubu mendapat jatah 100 undangan.

“Diputuskan dalam rapat, keseluruhan tamu undangan berjumlah 500 orang. Undangan akan terbagi untuk TKN 01 berjumlah 150, BPN 02 berjumlah 150, dan undangan KPU 200. Jadi total 500,” kata komisioner KPU Wahyu Setiawan, Selasa (2/4/209).

Menurut Wahyu, penambahan jumlah sendiri karena KPU menilai dalam debat sebelumnya masing-masing pendukung cenderung tertib selama debat berlangsung. (yendhi/tri)