Friday, 20 September 2019

Mengaku Dituding Anti Tahlilan, Sandiaga: Itu Tidak Benar Sama Sekali

Rabu, 3 April 2019 — 13:16 WIB
SandiagaUno  (Yendhi)

SandiagaUno (Yendhi)

 JAKARTA – Calon Presiden Sandiaga Salahuddin Uno bantah tudingan akan hapus tahlilan. Hal itu disampaikan saat menghadiri acara peringatan Isra’ Mi’raj dan Milad Ke-27 Pondok Pesantren Al-Itqon di Jalan H. Selong, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (3/4/2019).

Sandiaga menegaskan, sebagai penganut ajaran Ahlusunnah Waljamaah dari Nahdlatul Ulama (NU) dirinya tetap akan menjaga dan melestarikan tradisi-tradisi baik yang telah diajarkan dan dia terapkan selama ini.

“Sebagai pengawal tradisi Ahlussunnah Wal Jamaah kita juga percaya bahwa silaturahim kita, apa yang selama ini di dengung-dengungkan di hembus-hembuskan bahwa Prabowo-Sandi anti tahlilan, Prabowo-Sandi akan menghapus tradisi-tradisi itu tidak benar sama sekali,” tegas Sandiaga.

Didampingi pengasuh Pondok Pesantres Al-Itqon, KH. Mahfud Asirun, Sandiaga tegaskan bahwa ajaran-ajaran Ahlusunah Waljamaah temasuk bershalawat juga sering dia kumandangkan.

“Saya ini bukan hanya tahlilan saya rajin burdah saya juga tadi solawatan tradisi-tradisi yang diajarkan leluhur kita sebagai perawat kebangsaan tentunya harus kita tingkatkan, kita lestarikan,” kata dia.

Dalam kesempatan kali ini, Sandiaga mengaku hadir memenuhi undangan KH. Mahfud Asirun yang dia sebut salah satu guru mengajinya. Dirinya tidak bisa memberikan pidato politik karena mendapat himbauan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) agar tidak berorasi kampanye selama kegiatan tersebut.

“Saya hadir disini sebagai murid beliau (KH. Mahfudz Asirun) dan tentunya sudah banyak sekali mendapatkan pelajaran-pelajaran dari Kyai Mahfudz Asirun. Ada himbauan untuk tidak berorasi akhirnya saya tidak melanjutkan orasi tapi hanya memberikan selamat kepada Al-Itqon dan juga tentunya saling mendoakan,” tandas Sandiaga.

Lantaran tidak bisa berkampanye, Sandiaga lantas mengajak seluruh masyarakat bershalawat. “Jangan kita terpecah karena politik, betul? Ukuwah nomor satu, betul? Ukuwah islamiyah ukuwah wathoniyah nomor satu betul? Kalau presidennya?,” kata Sandiaga berseloroh. (yendhi/tri)