Friday, 20 September 2019

Sandiaga Bantah Sudah Ada Pembagian Jatah Kursi Menteri

Rabu, 3 April 2019 — 14:41 WIB
SandiagaUno  (Yendhi)

SandiagaUno (Yendhi)

JAKARTA  –  Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno membantah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi telah membahas pembagian kursi menteri bagi partai koalisi pengusung jika memenangkan Pilpres 2019.

Pernyataan Sandiaga sekaligus membantah ucapan Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Sandi, Hashim Djojohadikusumo yang sempat membeberkan jatah kursi menteri untuk partai koalisi pengusung pasangan capres cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto – Sandiaga Salahuddin Uno.

Sandiaga tidak mau banyak menanggapi. Dia membantah telah ada pembahasan terkait pembagian jatah kursi menteri untuk masing-masing partai koalisi.

“Sudah kami klarifikasi bahwa tidak ada pembicaraan seperti itu. Kita fokus 17 April,” ucap Sandiaga singkat usai menghadiri acara Milad ke-27 Pondok Pesantren Al-Itqon di Jalan H. Selong, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (3/4/2019).

Sebelumnya, Hashim mengatakan, telah ada kesepakatan dengan dua partai koalisi yakni Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tentang jatah kursi jika Prabowo-Sandi memenangkan Pilpres 2019.

“Kita kan sudah sepakat dengan PAN ada tujuh menteri, enam untuk PKS,” kata Hashim di Hotel Ayana Mid Plaza, Jakarta, Senin (1/4/2019).

Sementara tiga partai koalisi lain yakni Demokrat, Gerindra, dan Berkarya menurut Hashim belum terjadi kesepakatan atau masih dalam pembahasan.

Dijelaskan Hashim, jatah kursi untuk PAN dan PKS adalah hasil kesepakatan antara dirinya dan sang kakak yang tidak lain adalah Prabowo Subianto. Hasil kemudian di ajukan ke partai koalisi untuk mendapatkan kesepakatan.

“Saya kira itu antara kakak saya (Prabowo) dengan saya yah. Partai lain masih diskusi,” ucap Hashim.

Namun begitu, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini tidak menjelaskan secara rinci pertimbangan jumlah jatah kursi kabinet untuk partai koalisi.

Hashim juga menyebut tidak menutup kemungkinan Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan menjadi menteri pemerintahan Prabowo-Sandi.

“Demokrat belum definitif, AHY masih dipertimbangkan (untuk jadi menteri),” tandas Hashim.  (yendhi/tri)