Monday, 16 September 2019

Soal Cap Jempol di Amplop Bowo Sidik TKN: Apa Urusannya dengan Kami?

Rabu, 3 April 2019 — 18:55 WIB
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dan kardus berisi uang sekitar Rp8 miliar (cw6)

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dan kardus berisi uang sekitar Rp8 miliar (cw6)

JAKARTA – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo – Ma’ruf Amin membantah terkait dengan ‘cap jempol’ pada amplop milik Bowo Sidik Pangarso yang disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Wakil Ketua TKN, Johnny G. Plate menegaskan ‘cap jempol’ pada amplop tidak bisa langsung dihubungkan dengan pasangan calon (paslon) Jokowi – Ma’ruf.

“Apa urusannya dengan TKN? Kamu mengada-ada aja, lucu sekali. Emang cap jempol di situ bisa dibaca, ‘oh ini cap jempolnya TKN’. Tanya sama Pak Bowo sendiri. Saya gak tau,” ujarnya di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (3/4/2019).

Sebelumnya KPK mengungkapkan terdapat cap jempol pada amplop berisi uang milik Bowo yang tertangkap operasi tangkap tangan (OTT). KPK mengindikasikan amplop yang berjumlah puluhan ribuan akan digunakan untuk ‘serangan fajar’ pada Pemilu 2019.

Isu cap jempol itu mengarah kepada TKN mengingat Bowo merupakan caleg Partai Golkar. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandi mencurigai amplop bercap jempol itu terkait pemenangan Jokowi – Ma’ruf.

“Begini ini ada kepanikan dari pihak sebelah sehingga semua kejadian politik, digunakan untuk menyerang 01. Apa saja. Entar bersin, batuk juga salah Pak Jokowi. Semuanya salah. Semakin digituin elektabilitasnya (Jokowi-Ma’ruf) semakin naik, yang sebelah semakin stagnan. Karena itu tidak rasional?” tandas Sekjen Partai Nasdem itu.

Lebih lanjut, Johnny menegaskan TKN menyerahkan proses hukum yang menyangkut Bowo kepada KPK.

“Kalau tindakan hukum oleh KPK kita serahkan kepada KPK. Itu domainnya KPK. Kita tidak tahu apa yang di sana. Silahkan selesaikan. Dan gak warga negara termasuk yang diduga KPK itu juga harus dijaga,” pungkas Johnny. (ikbal/b)