Friday, 20 September 2019

Tiga Kartu Sakti Jokowi Kurang Dikenal Ini Alasan TKN

Rabu, 3 April 2019 — 16:49 WIB
Wakil Ketua TKN, Johnny G. Plate. (ikbal)

Wakil Ketua TKN, Johnny G. Plate. (ikbal)

JAKARTA – Tingkat pengenalan program tiga kartu sakti, yakni Kartu Pra Kerja, Kartu Sembako dan KIP Kuliah di masyarakat masih rendah. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo – Ma’ruf Amin mengakui masyarakat masih membutuhkan waktu untuk mengenal karena merupakan program baru.

Dia mengatakan dalam setiap kampanye Jokowi – Ma’ruf dan TKN, sosialisasi tentang program tersebut selalu dilakukan.

“Karena dia (tiga kartu sakti) baru). Kampanye yang selama ini disampaikan Jokowi – Ma’ruf terkait visi misi dan program. Termasuk program tiga jenis perlindungan sosial,” ujar Wakil Ketua TKN, Johnny G. Plate, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (3/4/2019).

Johnny melihat selain program baru tingkat pengenalan masyarakat terhadap kebijakan baru tersebut juga dipengaruhi model kampanye pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

Dia menyebut kritisi yang selalu dilontarkan kubu Prabowo – Sandi terhadap kinerja Jokowi memenuhi perbincangan publik. Sedangkan penjabaran visi misi paslon tidak di sentuh Prabowo – Sandi. Sehingga perhatian publik teralihkan.

“Yang selama ini jadi perhatian di publik justru kinerja Pak jokowi dan Pak JK yang selalu dikritisi Pak Prabowo dan Sandi dan seluruh timnya. Selama ini Pak Prabowo dan Sandi tidak menyampaikan programnya, tapi sebagai kritikus partai oposisi yang mengkritisi kinerja kabinet saat ini. Waktu di ruang publik hanya di situ, diskursus itu . Selama ini tidak menyampaikan kampanye terkait visi misi dan programnya,” jelasnya.

Sebelumnya calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) bertolak ke Ngawi, Jawa Timur usai berkampanye di Palembang, Sumatera Selatan. Dalam kampanye di Ngawi, Jokowi mengatakan baru 27 persen rakyat yang tahu dirinya akan menerbitkan tiga kartu baru, yaitu Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Kartu Prakerja, dan Kartu Sembako. Ketiga kartu ini akan dimulai tahun depan.

“Nanti mulai keluar tahun depan. Ini program capres jadi masih keluarnya tahun depan. Saya ingin sampaikan kartu terlebih dahulu dari survey yang tahu kartu ini baru 27 persen,” kata Jokowi di GOR Bung Hatta, Jalan Ir Soekarno, Kelurahan Klitik, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Selasa (2/4/2019).

Jokowi mengatakan persentase tersebut menunjukkan tiga kebijakannya belum terlalu banyak di kenal masyarakat luas. Sehingga dia meminta kepada pendukungnya untuk mensosialisasikan program tersebut.

“Berarti ini perlu dikenalkan. Tolong bapak, ibu dikenalkan oleh masyarakat,” tandas dia. (ikbal/b)