Monday, 26 August 2019

Akun Penyebar Tudingan KPU Setting Server Menangkan Jokowi-Ma’ruf akan Dipolisikan

Kamis, 4 April 2019 — 14:12 WIB
Komisioner KPU, Hasyim Ashari (dok/ikbal)

Komisioner KPU, Hasyim Ashari (dok/ikbal)

JAKARTA –   Komisioner KPU, Hasyim Asy’ari menegaskan KPU  akan membawa penyebaran isu tersebut kepada proses hukum .

Menurutnya KPU RI dirugikan atas berita bohong atau hoaks tersebut.

“Berdasarkan tuduhan tidak berdasar yang beredar lewar video tsb, KPU merasa dirugikan dan akan melaporkan ke Bareskrim Mabes Polri,” ujar Hasyim, di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (4/4/2019).

Menurutnya, dia sudah berkoodinasi dengan Bawaslu, dan  tengah mendiskusikan siapa yang akan datang untuk melaporkan.

“Sudah kita koordinasi Bawaslu, sudah sama sama tahu situasinya. Nanti dirumuskan siapa yang berangkat dan kapan, tapi intinya akan melaporkan secepat mungkin supaya tidak bertele-tele,” kata Hasyim.

Hasyim mengatakan, pihak yang akan dilaporkan merupakan akun penyebar video di berbagai media. Baik itu melalui Facebook, Instagram dan Twitter.

“Akunnya yang mengunggah, karena dari situkan akan dilacak, kok bisa mengunggah itu dapat dari mana. Intinya ada yang disebar di Twitter, kita laporkan akun itu, kalau di Facebook ya itu, kalau di Instagram ya kita laporkan itu,” ujarnya.

Sebelumnya KPU membantah isu yang menyebar di media sosial bahwa akan memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf  dan memiliki server di Singapura maupun negara lain.

“Breaking News❗ Pak wahyu mantan staff jokowi di solo bongkar server KPU di singapur udh setting kemenangan 01 57%!!!, jebol salah satu dari 7 servernya. Sebarkan. Viralkan,” bunyi narasi yang mengiringi penyebaran video tersebut.

Hasyim menjelaskan proses penghitungan surat suara dilakukan KPU secara manual. KPU juga melakukan tranparansi penghitungan dengan mengunggah scan form C1 di website resmi KPU sehingga publik dapat memantau dan melakukan penghitungan sendiri.

“Proses penghitungan suara secara manual bertingkat dari TPS, PPK, KPU Kab/Kota, KPU Provinsi dan KPU. Hasil scan Form C1 yang sepanjutnya diunggah di website KPU dilakukan setelah penghitungan suara selesai di TPS,” jelasnya.

“Jadi pada dasarnya hasil suara di TPS sudah diketahui dulu oleh publik (saksi, Panwas TPS, warga pemilih, pemantau, media dll) dan semua pihak diberi kesempatan untuk mendokumentasikan hasil penghitungan suara dalam Form C1-Plano,” imbuhnya.

Dia juga membantah pengaturan perolehan  suara kemenangan bagi pasangan calon tertentu seperti yang diisukan. “Dengan demikian tidak benar tuduhan bahwa KPU sudah mensetting perolehan Capres melalui sistem IT,” tandasnya. (ikbal/tri)