Friday, 23 August 2019

Viral di Media Sosial

KPU Bantah Tudingan Setting Kemenangan Jokowi – Ma’ruf 57 persen

Kamis, 4 April 2019 — 13:46 WIB
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Hasyim Ashar.(dok/ikbal)

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Hasyim Ashar.(dok/ikbal)

JAKARTA –  Komisi Pemilihan Umum (KPU) angkat bicara terkait isu pembobolan server milik KPU RI yang berada di Singapura.

Komisioner KPU, Hasyim Asy’ari membantah isu yang menyebar di media sosial hingga menjadi viral tersebut. Bahkan Hasyim menyebut KPU tidak memiliki server di Singapura maupun negara lain.

” Tidak ada server KPU yang di luar negeri, semua di dalam negeri,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (4/4/2019).

Diketahui beredar isu melalui video di media sosial. Video yang beredar dalam berbagai durasi tersebut dinarasikan terdapat kecurangan yang menguntungkan pasangan 01, Joko Widodo – Ma’ruf amin.

“Breaking News❗ Pak wahyu mantan staff jokowi di solo bongkar server KPU di singapur udh setting kemenangan 01 57%!!!, jebol salah satu dari 7 servernya. Sebarkan. Viralkan,” bunyi narasi yang mengiringi penyebaran video tersebut.

Hasyim menjelaskan proses penghitungan surat suara dilakukan KPU secara manual. KPU juga melakukan tranparansi penghitungan dengan mengunggah scan form C1 di website resmi KPU sehingga publik dapat memantau dan melakukan penghitungan sendiri.

“Proses penghitungan suara secara manual bertingkat dari TPS, PPK, KPU Kab/Kota, KPU Provinsi dan KPU. Hasil scan Form C1 yang sepanjutnya diunggah di website KPU dilakukan setelah penghitungan suara selesai di TPS,” jelasnya.

“Jadi pada dasarnya hasil suara di TPS sudah diketahui dulu oleh publik (saksi, Panwas TPS, warga pemilih, pemantau, media dll) dan semua pihak diberi kesempatan untuk mendokumentasikan hasil penghitungan suara dalam Form C1-Plano,” imbuhnya.

Dia juga membantah pengaturan perolehan  suara kemenangan bagi pasangan calon tertentu seperti yang diisukan. “Dengan demikian tidak benar tuduhan bahwa KPU sudah mensetting perolehan Capres melalui sistem IT,” tandasnya.

Hasyim menegaskan KPU akan membawa penyebaran isu tersebut kepada proses hukum . Menurutnya KPU RI dirugikan atas berita bohong atau hoaks tersebut.

“Berdasarkan tuduhan tidak berdasar yang beredar lewar video tsb, KPU merass dirugikan dan akan melaporkan ke Bareskrim Mabes Polri,” tutup Hasyim. (ikbal/tri)