Friday, 23 August 2019

MRT Jadi Kebanggaan Warga DKI, Caleg PPP Teddy Yulianto: Harus Dijaga Bersama

Kamis, 4 April 2019 — 13:35 WIB
Caleg DPRD DKI dari PPP dapil DKI 7 (Jakarta Selatan) nomor urut 8 Teddy Yulianto.(ist)

Caleg DPRD DKI dari PPP dapil DKI 7 (Jakarta Selatan) nomor urut 8 Teddy Yulianto.(ist)

JAKARTA – Kehadiran transportasi massal Moda Transportasi Raya (MRT) diapresiasi  warga Jakarta. Selanjutnya menjadi kewajiban bersama untuk menjaganya.

Caleg DPRD DKI dari PPP dapil DKI 7 (Jakarta Selatan) nomor urut 8 Teddy Yulianto mengatakan, sikap antusias warga DKI bukti ingin terjadinya perbaikan di segala bidang.

“Tidak hanya persoalan alat transportasi saja, tapi yang menyangkut hajat hidup mereka, di antaranya pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lain-lainnya,” kata Teddy Yulianto, Kamis (4/4/2019).

Teddy menegaskan, untuk pelaksanaan harus dikawal seluruh stake holder terkait, khususnya DPRD DKI. “Sebagai lembaga legislatif, DPRD wajib memastikan pelayanan MRT dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.”

“Misalnya, tarif MRT terjangkau oleh masyarakat, pelayanan petugasnya bagaimana. DPRD harus memastikan itu,” ujarnya.

Ia khawatir euforia warga Jakarta terhadap MRT seperti ‘hangat-hangat tahi ayam’. Agar kekhawatiran itu tidak terbukti maka diperlukan anggota DPRD DKI yang concern memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Cara untuk mendapatkan anggota DPRD DKI yang kualifikasinya memiliki kepedulian dan berpihak pada masyarakat tergantung pada pilihan pada 17 April mendatang,” tukasnya.

Akal Sehat & Hati Nurani

Teddy mengajak warga khususnya di Jakarta Selatan untuk menggunakan hati nurani dan akal sehat saat mencoblos di bilik suara nanti.

“Taruhannya nasib kita lima tahun ke depan lho kalau kita salah memilih,” imbuh Teddy.

Sebagai caleg, Teddy optimis karena masyarakat sudah mengenal dirinya. Selama 10 tahun ia mendedikasikan diri kepada masyarakat.

Di bidang pendidikan ia mendirikan PAUD Flying Star dan PKBM Starisa School. Dua lembaga ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama untuk kalangan ekonomi menengah ke bawah.

“Warga Jakarta yang putus sekolah dapat menyelesaikan ketertinggalannya di PKBM Starisa School tanpa dibebani biaya sepeser pun,” tandasnya.

Melalui wadah Yayasan Teddy Yulianto yang didirikan tahun 2008, dirinya memberikan pendampingan  masyarakat di bidang ekonomi melalui program UMKM, serta peningkatan gizi anak-anak dengan memberikan asupan makanan tambahan.(tiyo/tri)