Thursday, 19 September 2019

Soliditas Koalisi Partai Pendukung Capres 02 Dinilai di Ujung Tanduk

Kamis, 4 April 2019 — 8:52 WIB
Pasangan calon nomor 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. (ikbal)

Pasangan calon nomor 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. (ikbal)

JAKARTA – Soliditas koalisi partai pendukung pasangan calon nomor 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, dinilai sudah berada di ujung tanduk.

Dua pekan jelang pemungutan suara, Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono justru menyampaikan  ketidaksetujuan partainya soal pembagian kursi di kabinet jika capres 02 menang di Pilpres 2019 nanti.

“Tidak ada pesan politik di ruang hampa, pasti ada agenda politik Partai Demokrat di sana,” kata pengajar komunikasi politik Emrus Sihombing, Kamis (4/4/2019).

Sebelumnya AHY menyebut koalisi partai pendukung capres 02 tidak elok untuk meributkan pembagian kursi kabinet di saat pemilu belum digelar. Dia mengatakan khawatir bagi-bagi jatah menteri akan melukai hati rakyat.

Akademisi pascasarjana di Universitas Pelita Harapan ini mengaku cukup kaget atas pernyataan politik AHY tersebut. Pasalnya, pernyataan itu keluar di detik-detik terakhir jelang pemungutan suara.

“Ketidaksetujuan Agus itu diungkapnya ke ruang publik, artinya ada ketidaksinkronan di internal koalisi dalam hal pembagian kekuasaan tersebu,” tandasnya.

Secara khusus, Doktor di bidang komunikasi dari Universitas Padjadjaran ini menyoroti penggunaan kalimat ‘melukai hati rakyat’ yang digunakan Agus.

Dia menilai kalimat itu justru akan merugikan capres 02, sementara Partai Demokrat masih berada di koalisi partai pendukung capres 02. Sebaliknya, kalimat itu justru menguntungkan capres 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

“Dari segi komunikasi politik, itu suatu pilihan kata yang  menguntungkan capres 01 dan merugikan capres 02. Pernyataan ini menunjukkan ada sesuatu di internal koalisi capres 02. Ini indikasi adanya ketidaksolidan di internal koalisi,” papar dia.

Secara politik praktis, imbuhnya, tidak tertutup kemungkinan Partai Demokrat mengubah haluan politiknya dengan pindah dukungan ke capres 01. Apalagi kader-kader Demokrat di daerah sudah secara terang-terangan ada yang menyatakan dukungan ke capres 01.

“Saya kira masih ada kesempatan bagi Agus Yudhoyono untuk secara eksplisit mendeklarasikan dukungan nyata kepada capres nomor 01. Lewat pesannya itu, Demokrat sudah mengarah ke nomor 01. Masih ada kesempatan di detik-detik terakhir,” pungkas Emrus. (ikbal/tri)