Friday, 23 August 2019

Caleg Gerindra Lapor ke Bawaslu Soal Dugaan Jual Beli Suara di Malaysia

Jumat, 5 April 2019 — 19:17 WIB
Caleg DPR RI nomor urut 7 dari Partai Gerindra, Basri Kinas Mappaseng usai membuat laporan di Bawaslu. (ist)

Caleg DPR RI nomor urut 7 dari Partai Gerindra, Basri Kinas Mappaseng usai membuat laporan di Bawaslu. (ist)

JAKARTA – Caleg DPR RI nomor urut 7 dari Partai Gerindra, Basri Kinas Mappaseng melaporkan dugaan praktik jual beli suara yang terjadi di Malaysia ke Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI.

Ia datang membawa sejumlah barang bukti berupa rekaman percakapan telepon, dan screenshot percakapannya dengan salah seorang yang menawarkan jual beli suara di Malaysia.

Basri mengatakan, ia sempat melakukan komunikasi via telepon dan WhatsApp oleh seorang yang berdomisili di Kuala Lumpur yang kemudian menawarkan jasa kepadanya untuk dapat membeli suara terjamin di wilayah Malaysia.

Laporan ini serupa dengan aduan Founder komunitas Foreign Policy Community of Indonesia, Dino Patti Djalal beberapa waktu lalu yang menyampaikan adanya dugaan calo suara ke Bawaslu.

Basri pun menyatakan protes keras terhadap praktik dan potensi kecurangan, terutama di Dapil Malaysia dalam Pemilu 2019 ini. Ia berharap para calo suara ini dapat segera ditindaklanjuti.

“Kenetralan ini perlu disoroti mengingat suara luar negeri untuk Dapil DKI Jakarta 2 ini rawan disalahgunakan,” katanya usai membuat laporan di Kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2019).

Basri melanjutkan, tim dari BPN Prabowo-Sandi juga memberikan perhatian khusus terhadap masalah ini, terutama di Malaysia. Sebab, menurutnya, putra dari Duta Besar Indonesia untuk Malaysia juga ikut dalam pemilihan caleg Dapil DKI Jakarta 2 tersebut.

“Menang atau kalah dalam pemilu kali ini diharapkan mendapatkan pemimpin atau caleg yang berkualitas bukan dengan cara yang kotor sehingga negara ini dipimpin oleh orang-orang yang mempunyai integritas tinggi yang mau membangun negara dan masyarakat yang lebih baik lagi,” tandasnya. (cw6/ys)