Friday, 20 September 2019

LSI Denny JA: Pengaruh Caleg Menentukan Posisi Partai Politik

Jumat, 5 April 2019 — 15:40 WIB
eneliti LSI Denny JA, Rully	Akbar.(rizal)

eneliti LSI Denny JA, Rully Akbar.(rizal)

JAKARTA – Posisi dan dukungan partai politik tak hanya ditentukan oleh persepsi dan kesan partai politik di mata pemilih. Faktor caleg atau figur yang dicalonkan partai politik di setiap dapil punya kontribusi besar terhadap posisi dan dukungan partai politik.

Demikian hasil survei terbaru Lingkarang Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukan bahwa pemilih lebih mempertimbangkan untuk memilih caleg daripada hanya memilih partai politik saja.

“Sebesar 60.3 % publik menyatakan lebih mempertimbangkan memilih caleg yang dikenal dalam pemilu nanti. Hanya 26.6 % publik yang menyatakan lebih mempertimbangkan memilih partai politik,” kata peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar di kantornya Jl. Pemuda, Rawamangun, Jaktim, Jumat (5/4/2019).

Rully memgatakan,  pengaruh caleg terhadap suara dan posisi partai politik sangat tergantung pada kekuatan figur atau tingkat kedikenalan caleg di mata pemilih.

Survei LSI Denny JA yang menunjukan bahwa pertimbangkan pemilih lebih mengutamakan caleg yang dikenal sebesar 60.3 %, sementara hanya 25.8 % yang mengaku mengenal caleg yang akan mereka pilih.

“Dengan demikian, jika menghitung secara populasi nasional, pengaruh caleg terhadap suara dan posisi partai sebesar 15.6 %. Artinya bahwa suara dan posisi partai politik di pemilu 2019 nanti sangat ditentukan oleh kemampuan partai tersebut mengoptimalkan pengaruh caleg (15.6%) terhadap partai politik,” bebernya.

Rully memaparkan, mereka yang menyatakan lebih mempertimbangkan memilih caleg yang dikenal dibandingkan memilih partai politik saja, merata di semua segmen pemilih. Baik pemilih laki-laki maupun pemilih perempuan, rata-rata diatas 60% menyatakan bahwa mereka lebih mempertimbangkan memilih caleg yang dikenal. Dibandingkan hanya memilih partai politik saja (dibawah 30%).

“Dari segmen agama, baik di pemilih muslim maupun di pemilih minoritas (non muslim) mayoritas juga menyatakan bahwa mereka akan lebih mempertimbangkan caleg yang dikenal untuk dipilih dibandingkan hanya memilih partai politik saja. Di pemilih muslim sebesar 60.6 % menyatakan lebih mempertimbangkan caleg yang dikenal. Dan sebesar 57.6 % pemilih non muslim menyatakan bahwa mereka lebih mengutamakan caleg dikenal dibanding hanya memilih partai politik saja,” katanya. (rizal/tri)