Friday, 20 September 2019

Survei NCID: Prabowo-Sandi Unggul 18,2 Persen atas Jokowi-Ma’ruf

Sabtu, 6 April 2019 — 19:23 WIB
Prabowo dan Sandi saat tampil di Debat Capres 2019.  (toga)

Prabowo dan Sandi saat tampil di Debat Capres 2019. (toga)

JAKARTA – Elektabilitas pasangan calon (Paslon) Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno mengungguli paslon Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin dengan selisih angka 18,2 persen.

Hasil survei itu dirilis oleh Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) usai debat keempat, Sabtu pekan lalu. “Prabowo unggul pada debat keempat karena secara umum menguasai tema debat terlebih dalam tema pertahanan dan keamanan serta wawasan global,” kata Direktur Eksekutif NCID Jajat Nurjaman dalam siaran persnya, Sabtu (6/4/2019).

Selain itu, Jajat memaparkan, keunggulan itu ditopang efek kampanye terbuka yang selalu berhasil menarik banyak elemen masyarakat untuk ikut berpartisipasi. Sehingga, penampilan Prabowo dalam debat keempat juga berhasil dikonversi ke penambahan angka elektabilitas.

“Ketegasan dan kelugasannya (Prabowo) dalam menyampaikan gagasan dan pesan dalam debat. Kemudian juga mulai mengambil posisi ofensif, seolah menjadi pendorong bagi pemilih yang selama ini belum menentukan sikap. Selain itu tentu saja efek dari kampanye terbuka yang masif berpengaruh positif bagi elektabilitasnya,” urai Jajat.

Jajat menambahkan, performa Prabowo juga menyebabkan responden yang sebelum debat keempat belum menentukan pilihan mulai memutuskan untuk mendukung capres nomor urut 02 itu. Bahkan dalam survei ini, pemilih yang belum menentukan sikap (undecided voters) atau tidak mau menjawab hanya tinggal 1,74 persen.

“Responden yang sebelumnya masih ragu menjatuhkan pilihan, mulai menentukan sikapnya karena debat terakhir dipandang membuka mata sosok pemimpin mana yang orientasinya kepentingan nasional, memiliki pemahaman dan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat, serta memiliki kemampuan untuk mempertahankan bangsa dan negara,” imbuh Jajat.

Survei ini dilakukan untuk menilai sejauh mana penampilan dalam debat berpengaruh terhadap elektabilitas Jokowi maupun Prabowo dibandingkan sebelumnya.

Dalam survei digelar sejak Minggu (31/3/2019) hingga Selasa (2/4/2019), elektabilitas Jokowi mendapat 40,03 persen. Sementara, Prabowo memperoleh 58,23 persen.

Survei NCID melibatkan 632 responden mewakili 34 provinsi di Indonesia. Sampel tersebut dipilih secara acak bertingkat. Adapun metode pengumpulan data melalui wawancara tatap muka disertai kuesioner dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 3,9 persen. (yulian/yp)