Tuesday, 23 April 2019

Benjamin Netanyahu Klaim Kemenangan di Pemilu Israel

Rabu, 10 April 2019 — 16:07 WIB
Benjamin Netanyahu beserta istri (reuters)

Benjamin Netanyahu beserta istri (reuters)

ISRAEL – Skandal korupsi yang menjerat Benjamin Netanyahu tampaknya tak mempengaruhi suara pada pemilu parlemen yang digelar Israel, Selasa (/4/2019). Partai Likuid bentukan Netanyahu memimpin jauh perolehan suara sementara, meninggalkan rival utamanya Benny Gantz.

Hasil perhitungan suara sementara, pemilu parlemen menempatkan partai sayap kanan, termasuk Partai Likud yang dipimpin Netanyahu, unggul dengan 65 hingga 67 kursi.

Jika Natanyahu dinyatakan menang, maka ia akan mencetak rekor sebagai Perdana Menteri terlama, mengalahkan pendiri Israel, David Ben-Gurion.

Kampanye Netanyahu berfokus pada hubungannya yang kuat dengan Presiden AS Donald Trump dan keberhasilannya dalam membina hubungan dengan sekutu baru seperti Cina, India, dan Brasil.

Sementara Gantz menampilkan dirinya sebagai alternatif bebas skandal dan menantang Netanyahu tentang masalah keamanan.

“Ini malam kemenangan yang luar biasa,” kata Netanyahu pada rapat umum kemenangan, seperti dilansir Sky News, Rabu (10/4/2019). “Saya sangat tersentuh bahwa bangsa Israel sekali lagi mempercayai saya untuk kelima kalinya, dan dengan kepercayaan yang bahkan lebih besar.”

Netanyahu mengatakan dia sudah memulai diskusi dengan sesama partai sayap kanan dan agama tentang pembentukan koalisi. “Saya ingin memperjelasnya, itu akan menjadi pemerintah sayap kanan, tetapi saya bermaksud menjadi perdana menteri semua warga negara Israel, kanan atau kiri, baik Yahudi maupun non-Yahudi,” katanya. (mb)