Thursday, 18 July 2019

Total 22 orang Tewas Pada Demonstrasi Anti-Pemerintahan di Sudan

Rabu, 10 April 2019 — 10:31 WIB
Demonstrasi di Sudan menuntut  Presiden Omar al Bashir turun dari jabatannya. (reuters)

Demonstrasi di Sudan menuntut Presiden Omar al Bashir turun dari jabatannya. (reuters)

SUDAN – Setidaknya 14 orang tewas dalam demonstrasi di Sudan. Total, sudah 22 orang kehilangan nyawa, termasuk lima tentara sejak aksi unjuk rasa ini dilakukan akhir minggu lalu.

Dilansir Sky News, 14 orang tewas ketika pasukan keamanan Sudan mencoba memecah posisi anti-pemerintah di luar markas militer di Khartoum untuk kedua kalinya pada Selasa (9/4/2019) waktu setempat.

Menurut Asosiasi Profesional Sudan, yang menjadi ujung tombak demonstrasi, polisi menggunakan gas air mata, peluru karet dan tembakan langsung untuk mencoba membubarkan para pengunjuk rasa. Protes anti-pemerintah telah berlangsung selama empat bulan seiringan dengan meningkatnya seruan kepada Presiden Omar al Bashir untuk mengakhiri pemerintahannya selama 30 tahun.

Untuk pertama kalinya pada Senin lalu, para pemimpin protes meminta para pemimpin militer untuk meninggalkan presiden. Mereka menindaklanjuti seruan tersebut pada hari Selasa, dengan mengundang para pemimpin untuk berdiskusi.

Permohonan banding mereka ditolak, dengan Mayor Jenderal Ahmed Khalifa al Shami mengatakan militer tidak ada hubungannya dengan masalah politik.

Komite Dokter Sudan mengatakan setidaknya 153 orang telah terluka sejak Sabtu.

Disebutkan, bahwa Norwegia, Inggris dan AS mendukung tuntutan para pemrotes dan menyerukan “rencana yang kredibel” untuk transisi politik. (mb)