Thursday, 18 July 2019

AMMDes Jadi Solusi Mengatasi Kesenjangan di Pedesaan

Sabtu, 13 April 2019 — 11:45 WIB
Direktur Industri Maritim Alat Transportasi dan Alat Pertahanan , Direktorat Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika saat mencoba AMMDes yang difungsikan sebagai Ambulance  Feeder.(tri)

Direktur Industri Maritim Alat Transportasi dan Alat Pertahanan , Direktorat Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika saat mencoba AMMDes yang difungsikan sebagai Ambulance Feeder.(tri)

JAKARTA – Pemerintah mendorong penggunaan teknologi Alat Mekanik Multifungsi Pedesaan (AMMDes) di berbagai desa di Indonesia dan jadi solusi mengatasi kesenjangan di pedesaan.

Ketangguhan mesin AMMDes dan luasnya daya jelajah yang dimiliki oleh AMMDes  selain mendukung produksi pertanian,  hasil laut,  penjernih air dan pembuatan es batu, juga digadang-gadang mampu mengurangi tingginya angka kematian ibu melahirkan.

Bahkan salah satu Lembaga kesehatan internasional, United States Agency for International Development (USAID) juga berencana menggunakannya sebagai ambulance feeder di wilayah-wilayah yang bermedan berat dan juga minim infrasuktur jalan.

Direktur Industri Maritim Alat Transportasi dan Alat Pertahanan , Direktorat Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika mengatakan fleksibilitas desain dan juga ketangguhan yang dimiliki  AMMDes dapat dimanfaatkan oleh perangkat desa dan juga masyarakat untuk sama-sama mengurangi angka kematian ibu melahirkan.

“Teknologi yang ada di AMMDes sama dengan teknologi yang ada di kendaraan 4 WD (Wheels Drive). Sehingga memiliki kekuatan yang sangat cocok untuk menembus medan berat dan menjemput/mengantar ibu hamil ke rumah sakit terdekat. Jadi kita bisa bersama-sama mengurangi angka kematian ibu hamil,” katanya saat Workshop & Family Gathering Forum Wartawan Industri di Puncak, Bogor (12/4/2019).

AMMDes, lanjutnya,   juga dilengkapi dengan sistem keamanan yang sangat baik,  karena ke-empat bannya sudah dilengkapi dengan disc brake dan mampu melaju hingga 55 km/ jam.

Unit yang suku cadangnya didominasi oleh pabrikan dalam negeri ini juga dilengkapi dengan teknologi engine power take off (PTO), sehingga membuat unit tidak mudah slip saat berhadapan dengan medan licin.

“Melalui AMMDes diharapkan dapat meningkatkan produktivitas petani di desa,” ujar Puji.

Menurutnya,  dengan sifatnya yang multiguna membuat AMMDes memiliki keunikan tersendiri yang tidak dimiliki oleh jenis mobil pedesaan lainnya. Melalui AMMDes, petani dapat menikmati hasil tanamnya dengan lebih baik.

Mengacu pada data riset Kemenperin di Sukabumi dan juga Cianjur, Jawa  Barat, rata-rata ongkos angkut hasil bumi ke kota menghabiskan dana sekitar Rp1,7 juta per bulan. Hal itu disebabkan oleh kecilnya ruang pengangkutan, maklum selama ini para petani menjual hasil taninya ke Kota menggunakan sepeda motor.

Sehingga jarak pengangkutan jadi “terlihat” lebih jauh, karena petani harus bolak-balik mengantar dan menjemput kembali hasil taninya. Namun dengan menggunakan AMMDes, ongkos kirim menyusut menjadi Rp900 ribu-an. (tri)