Tuesday, 23 April 2019

Baru Satu hari Diangkat, Menhan Sudan Mundur dari Jabatan Presiden

Sabtu, 13 April 2019 — 9:54 WIB
Rakyat Sudan bersorak sorai saat melakukan demonstrasi menuntut perubahan di negaranya. (reuters)

Rakyat Sudan bersorak sorai saat melakukan demonstrasi menuntut perubahan di negaranya. (reuters)

SUDAN – Baru satu hari menduduki jabatan presiden sementara, Menteri pertahanan Sudan memutuskan untuk mengundurkan diri. Hal ini terjadi setelah desakan demonstran yang menuntut perubahan politik yang lebih cepat setelah pemecatan Presiden Omar al-Bashir.

Beberapa jam setelah dewan militer berusaha menenangkan kemarahan publik dengan menjanjikan pemerintahan sipil baru, Menteri Pertahanan Awad Ibn Auf mengatakan dalam pidato yang disiarkan di televisi bahwa ia akan berhenti sebagai kepala dewan. Ia juga mengatakan Kepala Staf Kamal Abdelmarouf al-Mahi dibebaskan dari posisinya sebagai wakil kepala dewan militer transisi.

Berita tentang pengunduran diri tersebut, disambut sorak sorai demonstran dan teriakan, “Yang kedua telah jatuh!” Mengacu pada Bashir, kata saksi mata seperti dilansir Reuters.

SPA menyatakan menolak militer mengambil alih pemerintahan. Mereka mendesak seluruh rakyat tetap berunjuk rasa mendesak angkatan bersenjata menyerahkan kekuasaan kepada kelompok sipil.

“Rezim ini juga menggunakan kudeta untuk kembali berkuasa, padahal kami sebagai rakyat justru melawan hal itu,” demikian pernyataan SPA.

“Apa yang terjadi adalah langkah ke arah yang benar dan tunduk pada kehendak massa, dan kami telah menjadi lebih dekat dengan kemenangan,” ucap Rashid Saeed, juru bicara SPA. “Kami meminta massa untuk tetap berada di jalan sampai semua tuntutan terpenuhi.” (mb)