Tuesday, 23 April 2019

11 Tahun Mangkrak, Warga Minta Gedung Kesenian Depok Dijadikan BLK

Senin, 15 April 2019 — 16:58 WIB
Gedung Kesenian di Depok yan mangkrak 11 tahun.(anton)

Gedung Kesenian di Depok yan mangkrak 11 tahun.(anton)

DEPOK – Warga Kota Depok menilai pemerintah tidak serius menyiapkan sarana maupun prasarana gedung kesenian,  pasalnya hampir lebih dari 11 tahun bangunan yang direncanakan untuk gedung tersebut sama sekali tidak tersentuh.

“Sudah dua walikota memimpin di Kota Depok tapi bangunan pusat pentas maupun lainnya yang berhubungan dengan kesenian sampai saat ini hanya tembok berlumut yang  diapit kantor Kel. Sawangan dan SMK N 2 Depok, ” ujar Rosid,  warga Sawangan,  Senin (15/4).

Hampir lebih dari sebelas tahun bangunan tersebut terbengkalai dan dibiarkan tidak terurus akibatnya ditumbuhi rumput ilalang dan lumut ditembok.

Proyek gedung kesenian berlantai tiga itu terhenti sejak Walikota dijabat Nur Mahmudi Ismail periode tahun 2004 – 2009. Bahkan saat Nurmahmudi kembali menjabat sebagai walikota untuk priode ke dua kembali pembangunan tak dilanjutkan hingga sekarang.

Seharusnya Pemkot Depok mengusulkan ke Propinsi Jabar jika tak punya dana untuk membangun gedung kesenian dapat dialihkan menjadi Balai Latihan Kerja (BLK) atau untuk praktek atau bengkel siswa SMK Negeri 2 yang persis berada disamping lokasi tersebut.

Kehadiran BLK Penting

Menanggapi masalah gedung kesenian di Sawangan yang tidak kunjung ada di Kota Depok,  Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna didampingi Kepala SMK N 2 Depok, Tatang Komarudin,  mengatakan masalah kelanjutan gedung kesenian tersebut kini ditangani Propinsi Jabar dan usulan untuk pengambilan alihan penangganan sudah disampaikan beberapa waktu lalu namun masih ada kendala yang harus dituntaskan terlebih dulu khususnya masalah aset lahan tersebut.

“Yang jelas keberadaan BLK penting dan harus ada di Kota Depok sebagai salah satu upaya memberikan pelatihan ke masyarakat untuk siap pakai diberbagai bidang pekerjaan, ” ujarnya untuk masalah kelanjutan pembangunan kesenian tentunya masih perlu dikaji ulang baik masalah dana maupun lokasi pembangunanbya, ” katanya.  (anton/tri)